Mendengarkan Laut Bercerita 4/30

Kemarin aku menyelesaikan buku pertamaku di 2021, yaitu Laut Bercerita yang ditulis oleh Leila S Chudori. Sebenarnya aku tidak begitu tahu buku ini, tapi aku baca di litbase twitter, banyak yang suka buku ini. Ratingnya juga bagus aku cek di goodreads.

Aku baru ngeh waktu baca blurb-nya, ternyata ini cerita tentang aktivis ’98 yang pada masa itu banyak diburu, diculik, dan hilang. Penasaran, akhirnya aku unduh di gramedia digital.

Nggak sampai 2 hari, aku tamatin buku ini. Sumpaaahh nyesek bangeet 😭

Sepanjang baca buku ini aku menahan nafas, tercekat takut, enggak nyaman, dll. Meskipun aku cukup banyak tahu kondisi sebelum peristiwa Reformasi, baca secara detil penyiksaan yang dialami juga kehilangan yang terjadi, tetap bikin aku lupa nafas. Pusing banget rasanya, ikut nyeri, luka, tersiksa juga. Apalagi penggambaran peristiwanya oleh tokoh pertama. Buk Leila bener2 dah, keren banget ini 😭

Pun dengan rasa kehilangan yang dialami Bapak Ibu Laut, Asmara, Anjani, dan teman2 mereka. Duh aku rasanya kebawa mau nangis sewaktu baca. Nangis yang enggak tahu gimana caranya mengikhlaskan seseorang yg udh lama ga ketemu lalu tiba2 menghilang tanpa jejak, tanpa tahu hidup atau mati sampai sekarang 😭

Paginya aku bangun dengan kepala sakit karena baru tidur jam 3 pagi. Sebelum suami berangkat kerja, kami sempat diskusi. Aku cerita ke dia, buku apa yang habis kubaca, akhirnya kami diskusi banyak hal. Sampai di ujung cerita, aku sempat tanya ke suamiku. Gimana ya kalau nanti di masa depan, anak2 kita memilih jalan menjadi aktivis, yang banyak bersinggungan dengan pemerintah dan aparat? Apa kita sbg orangtua siap? Apa kita bisa ikhlas sama jalan yang kita pilih?

Ya tahulah, banyak orang2 tua yang sekarang teriak2, “Mana anak muda? Mana suara mahasiswa dgn kondisi negara saat ini?”
Tapi coba tanyakan ke mereka, “Mana anakmu? Kamu mau kalau anakmu sendiri yg turun ke jalan? Gesekan dgn pemerintah? Diseret aparat? Kamu ikhlas Pak/Bu?”

Tanpa tedeng aling-aling, suamiku menjawab “Aku ikhlas kok sbg orangtua.”
Sekarang gantian aku yang terhenyak sembari mengamati anakku yang baru berusia 15 bulan mengejar bola mainan.

Sponsored Post Learn from the experts: Create a successful blog with our brand new courseThe WordPress.com Blog

WordPress.com is excited to announce our newest offering: a course just for beginning bloggers where you’ll learn everything you need to know about blogging from the most trusted experts in the industry. We have helped millions of blogs get up and running, we know what works, and we want you to to know everything we know. This course provides all the fundamental skills and inspiration you need to get your blog started, an interactive community forum, and content updated annually.

Membaca Lagi 3/30

Tahun 2020 meskipun di rumah saja, aku enggak berhasil menyelesaikan banyak bacaan. Mungkin hanya sekitar 5 buku saja aku selesaikan. Agak payah sih tapi aku tahu kenapa. Itulah kenapa aku bersyukur banget bisa gabung Klub Buku Yogyakarta. Adanya diskusi buku setiap bulan bikin aku beli dan baca buku yg mau dibahas walaupun enggak setiap bulan ❤️❤️

Aku bukan tipe pembaca yg cuma mau baca satu genre tertentu. Jadi aku senang kalau ada rekomendasi buku2 dari kawan2ku. Bener² memperluas bacaanku sih ☺️

Tahun ini aku pasang target 15 buku aja di goodreads, enggak muluk². Setiap bulan 1 buku rasanya sudah menyenangkan melihat kemungkinan banyaknya kegiatan di 2021 ini.

Bagiku, baca buku itu refreshing. Jadi enggak perlu terburu buru atau tertekan harus baca ini itu. Baca yg bikin senang sekaligus nambah pengetahuan, seperti itu menurutku.

Kalau kamu, suka baca buku apa? 😉

Menyusun Rencana 2/30

Bagiku 2020 memang kacau. Tetapi aku nggak sendiri. Sebagian besar dari kita juga merasakan itu. Jadi, aku nggak merana² amat lah meratapi nasib. Hahaha. Meskipun yah, ada iri sedikit memercik melihat teman² ibu muda lain tetap berprogres, sementara aku tiap hari cuma rebahan dan main sama anak.

Kapan lagi gagal melakukan banyak hal tetapi itu bukan karena diri kita? Wakakak

2021 pun rasanya aku enggak mau muluk². Jelas karena kondisi pandemi masih kacau balau. Mungkin karena aku punya anak bayi dan suami yg qadarullah ada komorbid, aku jadi lebih protektif sama mereka dan juga enggak bisa seenaknya kesana kemari meski dengan “protokol kesehatan” ☺️

Pengen dikasih sehat aja aku dan keluarga. Sehat jasmani, rohani, keuangan, isi kulkas, isi dompet, mbanking, gopey, sopipey… *Yee ngelunjak boss 🤣

Cerita Baru 2021 1/30

Setiap awal tahun cuma berhasil di awal2 doang ikut challenge ini hahaha astaghfirullah

Tapi ya enggak apa apa lah, namanya juga usaha yekann. Tahun ini juga coba lagi, di blog aja. Soalnya kalo di IG aku males nyari fotonya 🤣

Mengawali tahun 2021 dengan temani mereka berenang. Alhamdulillah pas sepii. Pengen jalan2 sih tp yaa hujan mulu apa daya~

Pemanasan~

30 Hari Bercerita start now~

Dari Rumah

Sebenernya, seneng banget kalo suami lagi seharian di rumah. Energi jadi gak terkuras habis. Semacam ada boosternya gitu.

Tapi ya tapi. Kalau dia di rumah terus, trus kerjaannya gimana? Kalo nggak kerja, kita makan apa?

Sementara sudah enggak bisa lagi WFH, musti WFO, kadang malah WFF. Work From Field alias ngawas di lapangan. Bhaiiiqq.

Hahaha ada ada saja.

Tapi jadi tahu loh, bahasa cintaku apa. Salah satunya ya itu, Quality Time. Bahasa cinta ini penting buat pasangan supaya kita bisa saling treat dengan baik. Ada 5 bahasa cinta;

  1. Kalimat afirmasi atau pujian
  2. Quality time
  3. Diberi hadiah
  4. Acts of service
  5. Sentuhan fisik

Sebenernya enggak melulu pasangan, ya. Dengan sahabat, orangtua,saudara, bahkan anak, kalau kita tahu bahasa cintanya itu apa, duh bakalan adem ayem deh. Semua merasa diperhatikan. Ceileh. ((Tapijangan disalahgunakan ya bossss))

— dari rumah, suami sdg ke supermarket, anak sdg tidur —

Menerima Lupa [10/30]

Kalau sedang mengamati kelakuan baby R ataupun pas dia tidur, dalam hati aku mencelus. Dia bakal inget nggak ya seumur ini dia gimana…

Nak inget ngga waktu umur sebulan kamu nangis terus, ibu malah ikutan nangis karena bingung di rumah sendirian gak ada yang bantuin nenangin kamu? 😂😂

Continue reading

Hangout (9/30)

Minggu kemarin sehabis ada agenda di resto, aku suami dan anak emang mau niat hangout sama salah satu temen main kami. Yang deket ajalah, Amplaz aja.

Tapi akhirnya aku baru berangkat jam 17 an dari rumah akung utinya baby R. Pakai drama pula ini bocah, muntah abis mandi, jaketnya ketinggalan di rumah. Yaudaa entar beli jaket dulu mampir toko pakaian bayi sebelah Amplaz. 😅

Yess finally sampai di Amplaz dan ketemu onty Uci yang udah betek kali nunggu hahaha. Muter2 nyari tempat makan enak dan bisa naruh baby R ini di sofanya.

Dapetlah di Marugame Udon. Pun aku juga udah penasaran sama udon di sini. Yey… Mam udon~~

Selesai makan ya masihlah ngobrol, ngegosip sana sini, curcol ini itu. Tau2 udah malem aja. Naik sebentar ke Ace gegara butuh raket nyamuk. Lupa lhooo belum foto fotoan 😪

Endingnya fotoan di depen Informa 😂

Sakses terus onty Ucii 💞

#30HBC2009 #30haribercerita

2019 Booklist (8/30)

Ada beberapa buku yang pengen aku baca dan selesaikan di tahun 2019 ini. Bismillah yaa semoga bisa 😊😊

  1. Sang Pangeran dan Janissary Terakhir (Salim A Fillah)
  2. Origin (Dan Brown)
  3. Di Tanah Lada (Ziggy Z)
  4. Panduan Tumbuh Kembang dan Simulasi Anak (Rumah Dandelion)
  5. Sakinah Finance

Dah segitu dulu aja deh semoga bisa kelar dan sempat bikin review nyaaa 😋😋

#30HBC2008 #30haribercerita

Something Just Like This (7/30)

Pernah denger lagu Something Just Like This punya Coldplay feat The Chainsmoker?
where’d you wanna go?
How much you wanna risk?
I’m not looking for somebody
With some superhuman gifts
Some superhero
Some fairytale bliss
Just something I can turn to
Somebody I can kiss

Lagu ini jadi lagu kesukaan aku dan suami, btw. Setiap denger lagu ini, aku inget suami. Dia juga, katanya tiap denger lagu ini ya ingetnya aku. Cieeee 🙈

Continue reading

Ayam (6/30)

Ayam, mana ayam? Ayamnya mana, Nak? Tuuuh ayamnyaa.. Lagi neduh ya ayamnyaa, kepanasan di luar..

Anakku suka ayam. Lihat ayam, diajak masuk rumah mewek minta keluar rumah. Lihat ayam, lari-larian ditengah kepanasan.

Tapi ayam, bikin anakku kaget. Kalau suara kukuruyuknya kencang sewaktu anakku tidur. Dia terbangun kaget, kesal, dan menangis lebih kencang daripada si ayam.

Ayahnya juga suka ayam. Tapi ayamnya buat dimakan. Ayam goreng, ayam geprek, sop ayam, sate ayam. Sate ayam setiap hari, dia doyan.

Hore! Hari ini menulis tentang ayam!

#30haribercerita #30HBC2006