untitled 120116

Mengawang ,terjerembab dalam kebisuan

Kau, diam dengan senyuman datar tanpa makna

Terseok, aku mecoba menapak bayangmu

Tersadar, kau pergi tanpa kata

Kucoba berteriak dengan sisa pita suara

Tertoleh kau, mengulurkan sebelah tangan

Menatap ,seolah penuh rasa iba

Memerah mata ku menatapmu nanar

Mencoba ku raih tangan mu

Dan aku berteriak !!

Tak sanggup ternyata tanganku menyentuhnya

Aku bagai tiada

Atau kau yang tiada ?

Tergugu penuh kehampaan adanya

Kau hanya menatap dingin tanpa makna

Tatapan yang dulu penuh kehangatan itu

Seakan tak pernah berbekas di sudutpun itu

dan akhirnya kau kembali melangkah pergi

tanpa kau sadari aku menangis terperi

 

seakan kau pikir aku tak membutuhkanmu. Seakan kau anggap aku mampu lakukan semuanya tanpamu. seakan kau yang lebih membutuhkanku. Seakan semua ucapanku hanya agin lalu. Seakan semua yang ku kata tak berharga di mata mu. Terlalu menyakitkan untukku jika aku boleh berkata. Kau yang selalu kebal dengan sindiran dan kecaman. Hingga aku tak mampu menggapaimu. Hingga aku tak bisa meraihmu. Hingga aku tak bisa merasuki mu. Aku sangat membutuhkanmu. Namun kau tak mau menyadari hal itu. Mengerti aku sedikitpun kau abai. Aku cukup lelah. Aku cukup sadar. Aku cukup menangis tanpa suara. Abaikan aku saja. Acuhkan aku saja. Tinggalkan aku saja. Lupakan aku saja. Hapus aku saja. Aku mencoba mengerti. Aku mencoba pahami.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s