Satu Tahun Lalu

sebuah memori yang membuatku terpacu untuk maju ..

masa masa ini … setahun yang lalu ….

Aku menggigit bibir di depan laptop Opi. mengetikkan nomor pendaftaran. menunggu loading sambil memejamkan mata. opi dan tii menunggu di samping tempat tidur dengan harap harap cemas. dan teriakan lemah mereka membuka mataku.
“fii …. ga ketrima …. gimana ….” , aku tersenyum. nada suara mereka lemah. ku hela nafas.
” santai lah …. mungkin ini bukan jalanku .. jangan bilang teman teman dulu ya”, aku tersenyum dan beranjak keluar kamar. angin malam menyambut.
ya. begitu saja ekspresi ku. walau sakit menusuk hati. walau aku tak tau lagi harus ngomong apa sama abi-umi. walau aku tak mampu menatap wajah2 para ustadz/ah ku yang sangat berharap. walau aku tak kuat melihat paras teman teman yang kucintai begitu mengkhawatirkan ku. walau aku sendiri pun tak tau harus memulai dari mana menata hati ini …….

masa masa ini … setahun yang lalu ..

ya. aku tak bisa menembus snmptn jalur undangan. padahal separo lebih harapanku kugantungkan disana. hingga meringis melihat kertas kertas menempel di dinding kamar asrama ku yang penh dengan doa teman teman dan juga, mimpi mimpi ku. menangis pun dirasa tak perlu. karna keesokan harinya aku harus menyunggingkan sebuah senyum manis saat pelepasan siswa kelas 3. aku tak mampu dan tak boleh menangis. untuk alasan apapun. hanya wajah wajah teman seasrama lah yang membuatku sendu. harapanku juga harapan mereka.

aku terus meyakinkan diriku untuk optimis. yakin. Allah ngga akan membiarkanku terlantar. walau katanya anak terlantar dipelihara negara (eh, ngga nyambung ya. abaikan.hehe). dan begitu saja. aku harus mau dan rela tenggelam dalam rutinitas berangkat bimbel setiap pagi dan mencumbui soal soal latihan snmptn setiap malam, walau akhinya menjadi bantal empuk yang sangat posesif *lho*. rajin merayu Dia agar mau mengabulkan pintaku. dan juga betapa repotnya harus mendaftar snmptn ujian tetulis dan transfer uang lagi. belum lagi diskusi tentang jurusan yang akan aku pilih , yang berakhir dengan “yoweslah Fii, sakarepmu. kowe sing mantep ndi, abi umi yo tinggal ndongakne”. yaudahlah Fii, terserah kamu. kamu yang mantep mana, abi umi tinggal mendo’akan. GREAT, my parents always support me πŸ™‚ walaupun ada sedikit ketegangan antara kami karena aku bersikukuh daftar di kampus impianku sejak dulu, ITB. sedangkan orangtuaku -terutama ummi- yang memintaku masuk di PTN di Jogja. alasan yang sangat masuk akal, karena aku cewek, anak pertama, dan makanya harus deket dari daerah asal saja. tetap saja aku ngotot. ini mimpiku, aku yang menjalani. tapi daripada aku durhaka, aku memilih jalan tengah. pilihan pertama ITB-fakultas industri. dan UGM-teknik geodesi di pilihan kedua.

dibilang sinting, gila, mau bunuh diri, itu sudah biasa bagiku. nggak di bimbel, sekolah, asrama pun. kenapa? cuma gara gara pilihanku yang -menurut orang2- sangat nekat. dua pilihan itu kebetulan memiliki passing grade yang tinggi. ITB dan UGM loh! lah apa yang salah? toh passing grade itu NGGAK BERPENGARUH ! sekali lagi, PASSING GRADE ITU BUKAN UKURAN KETERIMA ATAU NGGAK DI PTN ! sekian. kenapa? lah yang penting kan berusaha, kerjain soal sebanyak dan sebenar mungkin, kalahkan orang lain. masalah diterima atau enggak,tergantung kuota penerimaan nya. walaupun kuota nya 100 orang, nilai sebagus apapun, tapi kalah sama yang lain atau kamu di peringkat 105 misal, yo nggak bakal diterima. intinya :: KALAHKAN ORANG LAIN.

masa masa ini .. satu tahun yang lalu …

aku diterima di Teknik Geodesi UGM. menangis. tentu. kenapa tidak? tak ada alasan untuk tidak menangis. menangis karena Dia. ya,Dia. yang mau memberi apa pintaku. menangis karena ke-nekat-an ku. menangis karena memang benar, tak akan ada yang sia sia. dan menangis, karena bukan ITB yang tertulis di web pengumuman. dan tanpa ku tahu, berita itu tersebar di FB. padahal aku tak punya FB loh. ckckck. kerjaan temen2 ku yang ngestalk twitter ku nih ckckck.

………………………………………………………………………………………………………………

ya. itu dia. aku satu tahun yang lalu. tetap optimis. tetap berharap. tetap semangat. tetap tawakkal.

special untuk adik adik kelasku SMAIT NH angkatan 2, dan spesial juga buat dek Zaa di pekanbaru sana πŸ™‚

4 thoughts on “Satu Tahun Lalu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s