Negeri di Balik Kabut -part 2/end

Ahad, 13 Mei 2012

Keesokan harinya, seusai mendegarkan adik adik murojaah juz 30, aku dan teman teman balik ke homestay untuk masak sarapan. Tak berapa lama, temen ikhwan ada yang nongol di depan homestay kami. Wajahnya lemes sambil menyuruh kami ikut bantu bersih bersih masjid. Kukira mereka sudah sarapan, enak sekali.. tapi jawabannya sungguh mencengangkan,

“Sarapan apaan. Orang kami aja baru kelar nyuciin piring yang semalem tuh segunung!!” kata mereka sambil menunjukkan tangan mereka, sok pamer 😀

Dan aku tertawa, kena deh kalian! Ternyata piring piring yang untuk makan makan semalam di rumah bu kadus itu mereka yang nyuciin hahahaha 😀

Saat membersihkan masjid, aku heran. Ini kenapa nggak di-pel? Waktu kutanyai adik adik satu persatu, mereka menjawab kompak. Emang ngga pernah di pel. Ooooo…. Akhirnya aku inisiatif ngepel. Dengan lap seadanya. Eh ternyata ngga bersih karena lantainya memang berdebu sekali. Repot juga dengan kondisi adik adik yang sangat aktif, tambah kotor aja                -______- Akhirnya entah mas Aziz kesel liat kami atau kenapa, beliau malah yang inisiatif “mandiin” masjidnya. Yasudah, kami siram lantai masjid dengan berbelas ember air. Hohoho, walaupun sungguh nggak enak banget sama mas Aziz karena ngerepotin. Hemm….. Continue reading

Negeri di Balik Kabut -part 1

Meringis  aku merasakan panas yang menggigit kulit di Jogja ini. Aiiissshhh… panas betul Jogja ,ya Allah …. Dan tiba tiba aku mersakan kangen yang dalam terhadap rasa dingin menusuk tulang itu. Pikiranku mengembara, terbang bersama kenangan yang rapi tersimpan dalam memori otak ku yang terlampau besar ini.

            Jum’at, 11 Mei 2012

Suara teriakan membahana ketika kami datang dengan susah payah setelah menapaki jalanan berbatu cadas dengan tebing di kanan dan jurang di sebelah kiri. Lantas mereka berebut mencium tangan kami. Seketika aku tertegun. Sampai seperti ini kah? Lalu malu malu mereka menyebutkan nama mereka. Aku tersenyum, dengan otak yang bekerja ekstra untuk menghafal nama mereka. Dan sejenak aku membatin, “Allah…aku kuat ngga yaa disini 3 hari…”

Maka hari pertama kucoba menjalani dengan keyakinan dan basmalah. Dan terkejut terkagum meihat sambutan mereka semua. Dengan wajah yang memerah karena malu dan melirik lirik kanan kiri takut salah, bergantian adek adek kecilku “manggung”. Dan aku nyaris tak bisa menyembunyika rasa terkejut karena mereka! Wow saja, aku baru kenal nasyid “Bingkai Kehidupan” dan “Merah Saga” itu masuk SMA loh. Dan mereka sudah lancar menyanyikannya! Subhanallah, militan banget euy! Acara tak berhenti sampai disitu ternyata! Sesi sambutan dan perkenalan menjadi ajang gokil-gokil an dan si ketua KKD habis mengerjai kami semua, ckckck. Continue reading