diujung Ramadhan

kata orang orang hari ini hari terakhir Ramadhan 1433 H ..
tapi kenapa aku tak merasakan ini hari terakhir?
kenapa aku merasa besok ketika fajar terbit itu masih Ramadhan?
kenapa aku belum bisa merasakan atmosfir kegembiraan Idul Fitri di sekitarku?
kenapa aku masih saja berdiam di sudut waktu?

aku ingat sekali, bagaimana Ramadhan mendatangiku..
penuh kerinduan kala itu,, aku berjibaku
meningkatkan semua ibadah sunnah
menjalankan semua ibadah wajib
dengan kegiatan di luar yang bertumpuk tumpuk
ah ya, mungkin itu berkah Ramadhan
yang tak memberiku kesempatan tuk mengeluh dan merutuk

training dan simulasi pemandu pionir 2012
training dan simulasi pemandu AAI
kasus Rohingya
Pilkada DKI
PPT ke maskam bareng Ika tiap sore
segala macam buka bersama
ketemu temen temen SMAIT di Solo ..

itu ….
semua berkah Ramadhan kali ini !
dan apa aku siap melepaskan Ramadhan dengan segala kekurangan ku?

tadi malam,, adik kelas ku bilang
“ini Ramadhan paling parah mbak. parah,target tdk terpenuhi,amaliah yaumiah kocar kacir.. malam trakhir romadon mlah twitteran,ora itikaf XD ”
kukira.. aku tak jauh beda..

teringat juga semalam mas yanuar @yanu09 kultwit ttg Ramadhan
Dalam heningnya, kita sepatutnya bertanya.. benarkah kita benar2 sedih di tinggal Ramadhan?
Atau, kita masih pada level, “pura-pura menangis, baru kemudian menangisi kepura-puraan tadi?”
Kering. Seperti tak ada apa. mungkin, mungkin kita tak sepenuhnya menghadirkan hati selama ini..
Kalau kalau di tanya, semenjak menyadari wajibnya Iman, seberapa jauh kita melangkah juga utk Iman?
Pada tingkatan yg berbeda, itupun masih mungkin. benarkah semua muanya sudah karna dan utk-Nya?
Dan kita beruntung.. nyatanya Dia Maha Penerima Taubat.. kan surga dimudahkan, neraka di sulitkan kalau kita mau menyadari?
seandainya pun kita dtg membawa dosa sebesar bumi, “Aku tak peduli..!” bgitu kt Allah.. “asal tak kalian duakan, akan Ku ampuni..”
Dan.. lagilagi.. apa iya hati gerimis di tinggal Ramadhan..? atau, masih pada level “pura-pura”..?
dan akhirnya, andai kita hidup di zaman Nabi saw, apa iya kita ada di barisan orang beriman..?
ada yg pernah tanya, utk apa sih kita ibadah? Allah apa iya butuh di sembah? | nafasmu gratis, enggan sekedar bersyukur..?
kalau sulit menangis saat beribadah, purapuralh menangis, kemudian tangisi kepurapuraanmu..
ah, atau Ramadhan tidak menghilangkan ego slayer kita? jaket kita? tingginya gulungan celana kita?
ah, sudahlah.. cuma bisa berharap, Allah berikan lagi kesempatan ber-Ramadhan..

Ramadhan tahun ini akan pergi… berganti dengan Idul Fitri..
kemenangan? sudah kah kita menang? sudahkah kita merdeka?
ah ya. peringatan kemerdekaan Indonesia pun kali ini jatuh pada bulan Ramadhan
persis ketika tahun 1945 dahulu

“dan nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan?”

aku hanya bisa berharap, memohon penuh ketakutan. izinkan aku bertemu Ramadhan tahun depan. memperbaiki kebodohan ku di Ramadhan tahun ini…

ah, benarkah kita sudah merdeka?

2 thoughts on “diujung Ramadhan

Leave a Reply to muja94 Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s