percaya aku

suksesi. pergantian pengurus. serah terima jabatan. perguliran amanah. regenerasi.

amanah

entah apa lah namanya. aku nyaris tak peduli. sama tak pedulinya aku dengan susunan pengurus baru suatu lembaga. aku larut dalam diriku. larut dalam ketakutanku. lobbying sudah dilakukan. semua pihak sudah menceracauku. aku masih berperang dengan diriku. ya. atau tidak.

menakutkan. memegang amanah itu menakutkan. sama menakutkannya dengan memegang bara api yang menyala. sama menakutkannya dengan bertemu musuh. sama menakutkannya dengan sebuah pedang bermata dua. amanah itu mungkin akan menyelamatkanku. tapi mungkin juga akan menebasku sendiri ketika aku tak lihai memainkannya.

amanah itu urusannya dengan Allah. peduli amat dengan manusia di hadapanku. toh, dengan beberapa lembar LPJ di akhir kepengurusan itu akan menyelamatkanku dari muka tidak suka mereka. tapi dengan Allah, bagaimana aku bisa lari atau sembunyi? jelas jelas Dia tahu apa yang aku kerjakan 1 masa kedepan. jelas jelas Dia mengawasi gerakku bersama rekan se-timku nanti.

dan aku masih takut. menimbang nimbang, memutuskan tidak akan menerima amanah ini. lalu kemudian menangis dengan hati yang sakit. perkataan mereka membuatku kemudian tersadar….

“amanah itu ibarat musuh, kita nggak boleh cari, tapi kalau dia di depen kita, kita kudu ngadepin”
“amanah itu hidup, hidup itu amanah”
“amanah itu bagaikan energi, dia nggak bisa hilang atau musnah. dia cuma berpindah dari satu bentuk ke bentuk yang lain”

bahkan mbak MR ku yang sangat aku homati dan tsiqoh-i pendapatnya, justru membuatku semakin pening,”amanah itu tarbiyah langsung dari Allah,fii… mungkin Allah sedang mentarbiyah luthfi saat ini. bisa jadi, amanah itu akan menjadi sarana luthfi buat belajar, buat jadi pribadi yang lebih baik. ngga usah takut, amanah nya nanti kerja tim,kan? amal jama’i nya yang diperkuat sama teman teman se-tim.. jadi luthfi nggak kerja sendiri kan..?”

lobbying makin gencar. ayo, kamu mau ngomong apa fi? ngomong aja… setelah aku beberkan keberatanku, mulai lah doktrinasi itu. mulutku terkunci rapat. mataku semakin basah. tenggorokanku tercekat. demi Allah…. amanah ini sungguh sangat berat……. namun aku tak bisa, benar benar tak bisa dan tak boleh mengatakan “tidak”. akhirnya….. dengan tangan terkepal dan mata memerah, aku hanya bisa berkata,”intinya memang saya tak boleh menolak kan? tolong ingatkan saya kalau saya salah nanti….” sontak tahmid diucapkan. aku gemetar………….

yang aku tau, baiklah, amanah ini datangnya dari Allah. bukan dari mereka dewan formatur atau apalah. bukan. ini Allah yang menunjukku. benar, mungkin amanah ini akan membuatku menjadi pribadi yang lebih baik. pribadi yang selalu mendekatkan diri pada Allah. pribadi yang selalu berusaha untuk menjadi lebih baik, bukan yang terbaik, mungkin. walau amanah yang akan aku emban bukanlah hal yang sesuai dengan passion yang aku miliki. walau ini akan sangat berbeda dengan apa yang aku cintai. yang aku tau, ketika amanah ini datangnya dari Allah, maka dia nggak akan membiarkanku sendirian. Dia nggak akan menelantarkan nasibku. Dia yang akan menguatkanku. menguatkan hatiku agar terus berjalan dengan benar…

laa haulaa wa laa quwwata illaa billaah…

13 thoughts on “percaya aku

  1. matahari_terbit says:

    amanah itu menjaga kita untuk terus dalam kesibukan bersamaNya..
    jika tidak disibukkan dengan kebaikan niscaya kita akan disibukkan oleh keburukan..

    tak ada alasan tuk ga bersyukur.. hehehe

    bener kata puji *berasa de javu.. qiqiqi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s