Cerita Hujan

Hujan, selalu mempunyai fragmen cerita tersendiri dalam hari hariku melalui waktu. Seperti saat ini, hujan memaksaku untuk tetap bertahan di dalam kontrakan sembari mengerjakan beberapa laporan praktikum yang menumpuk. #mahasiswa

Hujan 1

Masa kanak-kanak yang menyenangkan! Setiap hujan turun, aku selalu berlarian menikmati rintiknya yang semakin menderas. Kaki kaki kecilku yang telanjang tak takut terkena pecahan beling atau paku berkarat yang kadang menancap ganas di permukaan tanah. Tertawa tawa bersama adik lelaki ku dan beberapa teman ku, kami sepakat untuk bermain di gorong gorong dekat jalan raya yang air nya membludak setiap hujan. I’m not afraid (kata Eminem). Yak, kita gaada yang takut sakit walaupun main di gorong gorong waktu hujan lagi deres deres nya. Orangtua juga biasa aja, nggak menakut nakuti kami. Bahkan disaat kanak kanak yang lain takut setiap petir menggelegar, kami justru masih saja berlarian di tengah hujan, tak peduli.

Hujan 2

Izin nya ngerjain tugas di rumah temen, tapi cuma beberapa menit dan setelah itu ngobrol ngalor ngidul dan kacau! Tiba tiba sudah magrib saja. Padahal jarak rumah dan rumah temen hamper 30km. masa itu juga angkutan susah kalo udah lewat jam 4 sore. Bodoh, merutuki diri sendiri. Seragam putih-biru masih melekat sejak pagi. Terpaksa agak basah demi menembus hujan untuk mencari angkot. Untunglah, ada angkot terakhir, yang membuatku berlarian sambil tersenyum cemas. Terbayanglah wajah marah abi dan ummi. Aku juga tak bisa menghubungi mereka karena aku belum boleh bawa hp. Semakin cemas saja aku. Duh bagaimana ini… hari semakin gelap dan aku masih saja di dalam angkot yang menuju rumahku. Hujan deras saat itu. Deras dan gelap, aku melihat dari kaca angkot. Akhirnya setelah 45 menit perjalanan, aku sampai di depan gang rumah. Adzan isya sudah terdengar… aku turun dari angkot dan terdiam sesaat di tengah derasnya hujan. Ada seseorang di depan gang, membawa 2 buah paying dan menghampiri aku. Ya, abi menunggui ku di depan gang. Aku tak tau sejak kapan beliau berdiri  di sana. Menunggui putri sulungnya yang pulang malam tanpa pemberitahuan. Menunggui aku. Aku berjalan menunduk, dan tanpa bicara apa-apa paying berpindah tangan dan kami jalan masuk ke gang. Di rumah, aku beruluk salam dengan lemah. Ummi menyambut dengan air panas yang sudah disiapkan untukku. Untuk mandi. Aku menangis dalam hati. Bodoh kau Fi, orangtuamu begitu mengkhawatirkanmu dan kau malah merusak kepercayaan itu. Tangisku makin menderas. Hujan diluar masih menjatuhkan bulirnya.

Hujan 3

Sepatu sepatu masuk ke dalam plastic dan dijejalkan diantara buku buku dalam tas. Lalu kita berlarian menerjang hujan yang sepertinya sengaja sekali turun setiap kita pulang sekolah. Peduli amat dengan seragam putih-abu abu yang esok hari harus dipakai kembali. Atau dengan kaos kaki yang lama lama akan bolong kalau dipake tanpa sepatu/sandal. Atau dengan tas yang di dalamnya bersesakan buku buku pelajaran. Yang penting sepatu selamat!! Bermain dengan hujan, saling dorong ketika melewati selokan, atau kaki yang dijejakkan dengan sengaja ke kubangan. Tertawa, berteriak, lalu lari terbirit birit kalau ada guru yang melihat. Hujan hujanan setiap pulang dari sekolah ke asrama yang jaraknya hamper 700m itu membuat kita lupa semua kekesalan, kelelahan dan kepenatan seharian ini. Missing you, guys :’)

Hujan 4 

Gerimis menyambut. Aroma petrichor melenakan rongga hidung. Gerimis yang pelan membasahi hati. Gerimis yang membuat ukhuwah kita semakin erat. Gerimis yang aku bangga masih dalam rengkuhan rintiknya. Gerimis yang siap untuk membasahi bumi dengan cara nya yang lembut. Gerimis yang membuatku betah berlama lama dalam bulir cinta-Nya… 🙂 Ah, ceritaku dengan Gerimis tak cukup jika ku tuliskan dalam postingan pendek ini. Cerita ku bersama Gerimis akan hadir…..selamanya 🙂

2 thoughts on “Cerita Hujan

Leave a Reply to izzatyzone Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s