dzon!

Aku masih terhuyung dengan langkahku. Semalaman bergadang bergelut dengan angka angka dan notasi imajiner membuatku sedikit tak focus pagi itu.

Aku baru tegak, ketika seorang kakak mengatakan sesuatu pada ku,

“coba buka lagi surah Al Hujuraat ayat 12”

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka (kecurigaan), karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.”

Pagi itu seketika aku menangis kencang dengan hati yang sakit di sudut kontrakan….

Pedih sekali aku merasakan nya. Ada sesuatu yang membuatku tertusuk. Firman Allah yang tak mungkin aku ingkari kebenarannya. Kata kata itu, tetiba membuatku berderai air mata.

Maafkan aku… sungguh maafkan aku. aku sadar sekali. Memang aku sedang sakit. Memaksakan semua dzon ku. Membuat pembelaan atas semua perasaan itu. Satu demi satu dzon ku menumpuk. Membebani diriku sendiri, aku tau. Namun ego yang terlalu besar itu, namun setan yang terlalu kuat itu, entah kenapa mampu mengalahkan kewajibanku yang semestinya selalu husnudzan padamu.

Aku brengsek. Aku sadar. Siapa aku ini? Berani beraninya memiliki prasangka -yang sialnya itu buruk- terhadapmu! Siapa aku ini? Cuma seonggok daging yang tak mungkin bisa membandingkan siapa yang keimanan nya lebih dipilih oleh Sang Pencipta! Dan begitu berani, aku mempunyai dzon dzon yang berlebih kepadamu! Jahat sekali aku!

Tapi tetap saja kamu tak mau tau! Bahwa aku menumpuk semua dzon ini juga karena mu! Karena kamu yang tak bicara jujur padaku. Tentang kamu yang selalu menyembunyikan sakitmu. Untuk kamu yang merasa semua baik baik saja ! kamu membuatku terjebak. kamu membuatku terkungkung dalam kesabaran yang pasti ada batasnya! karena aku manusia, sama sepertimu. yang memiliki kesabaran tanpa batas hanya Dia Yang Maha Segalanya! bahkan Yunus a.s yang sangat Allah sayangi-pun ,memiliki rasa sabar yang terbatas pada kaum Nya……

Ah sudahlah…. Kau lihat kan, aku melakukan pembelaan atas kelakuanku lagi! Jahatnya aku, Rabbi …….

maafkan aku… hati ini memang sedang sakit. hati ini sedang kotor. hati ini sedang bernanah….

Maafkan aku… semoga Allah mengampuni dosa kita, membersihkan hati kita….

jogja, suatu pagi

4 thoughts on “dzon!

Leave a Reply to Puji Lestari Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s