kamu pernah?

“kamu pernah merasa capek ,Fi?”

seruputan es teh ku tetiba berhenti sejenak. “maksudnya?” tanyaku balik.

“yah, capek dengan semua ini. capek dengan amanahmu. seperti itu. kamu pernah?”

aku memandangi lampion yang tergantung di langit ruangan. bukan menikmati indahnya, tapi menerawang perkataanmu. sore itu. sejenak pikiran ku teracak. mengenang perjalananku selama ini, lalu menerka apa yang sedang terjadi padamu. lalu aku tersenyum. sangat manis.

“ya, setiap orang pasti pernah. begitupun aku.”

“kamu sendiri? apa yang kamu lakukan?” suara itu mendesakku. aku tau ada kegetiran di tiap nadanya.

“aku tak melakukan apapun. aku punya mereka. mereka yang terus ada di dekatku. mereka yang bersama sama melangkah denganku. bagiku itu cukup,”
Continue reading