kamu pernah?

“kamu pernah merasa capek ,Fi?”

seruputan es teh ku tetiba berhenti sejenak. “maksudnya?” tanyaku balik.

“yah, capek dengan semua ini. capek dengan amanahmu. seperti itu. kamu pernah?”

aku memandangi lampion yang tergantung di langit ruangan. bukan menikmati indahnya, tapi menerawang perkataanmu. sore itu. sejenak pikiran ku teracak. mengenang perjalananku selama ini, lalu menerka apa yang sedang terjadi padamu. lalu aku tersenyum. sangat manis.

“ya, setiap orang pasti pernah. begitupun aku.”

“kamu sendiri? apa yang kamu lakukan?” suara itu mendesakku. aku tau ada kegetiran di tiap nadanya.

“aku tak melakukan apapun. aku punya mereka. mereka yang terus ada di dekatku. mereka yang bersama sama melangkah denganku. bagiku itu cukup,”

aku tau kamu tak puas dengan jawabanku, sore itu.

tapi itu benar. ya. aku punya mereka. aku merasa memiliki mereka. mereka yang ada untuk aku. mereka yang merangkul bahuku ketika aku sesak. mereka yang memapahku ketika aku hampir jatuh. mereka yang menggenggam tanganku ketika aku mulai gemetar. mereka yang tak hentinya tersenyum untuk ku di setiap harinya.

terimakasihku untuk mereka. semoga mereka selalu ada dalam Rabithah ku dan aku ada dalam Rabithah mereka πŸ™‚

*nb: pas aku nulis ini, salah satu dari ‘mereka’ ngirim pesan singkat πŸ™‚ πŸ™‚

8 thoughts on “kamu pernah?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s