aku kau

aku meharus nafas, terhempas, lalu mengeras

kau tidak

aku teribut membereskan sebait luka

kau tidak

aku merangkul bahagia seperlebar jarak

kau tidak

aku menggoyang mesra bandul waktu

berharap tak kan berenti sampai saat itu

kau tidak

 

kau jerih mengerjapi detik yang berjalan mundur

aku tidak

kau mengulum sebaris lengkung

aku tidak

kau memegang jantung mu sendiri

merasakan detaknya berakselerasi

menanti datangnya seraut janji

aku tidak

 

sampai kapanpun kau tidak

sampai kapanpun aku tidak

 

sudut imajinasi,

hari tasyrik 1434 H