Untuk Qiyadah dan Para Jundi-nya

Sebuah renungan…tentang sebuah komitmen keistiqamahan, sungguh amatlah berat, maka kuucapkan Jazakumullah khair…kepada para murabbi-murabbiyah, atas sebuah sentuhan yang luar biasa dan keindahan proses yang kalian berikan..

Photo-0021

”Akh, dulu ana merasa semangat saat aktif dalam dakwah. Tapi belakangan rasanya semakin hambar. Ukhuwah makin kering. Bahkan ana melihat ternyata ikhwah banyak pula yang aneh-aneh.” Begitu keluh kesah seorang mad’u kepada murobbinya di suatu malam. Sang murobbi hanya terdiam, mencoba terus menggali semua kecamuk dalam diri mad’unya.

“Lalu apa yang ingin antum lakukan setelah merasakan semua itu?” sahut sang murobbi setelah sesaat termenung.

“Ana ingin berhenti saja, keluar dari tarbiyah ini. Ana kecewa dengan perilaku beberapa ikhwah yang justru tidak islami. Juga dengan organisasi dakwah yang ana geluti; kaku dan sering mematikan potensi anggota-anggotanya. Bila begini terus, ana mendingan sendiri saja.” Jawab mad’u itu. Continue reading