Jahat

saya jahat. itu yang saya katakan pada diri saya sendiri suatu ketika. saya dengan sengaja bilang ke kalian kalo saya mau pergi dari kalian. saya jahat. saya tega sekali meninggalkan kalian di saat saat genting seperti ini. saya tau saya jahat. maka saya memang ngga perlu lagi kalian perhatikan. saya sudah bilang ke kalian langsung. saya mau pergi. jadi memang sudah wajar kalau kalian tiba tiba enggan membalas semua pesan saya. memang sudah saatnya kalian bilang saya ini sudah tidak peduli lagi dengan apa yang kalian lakukan. saya sadar saya jahat. pernah saya bilang saya sudah menyerah. bukan menyerah atas apa yang kita lakukan. tapi menyerah dengan pertemuan pertemuan kita yang sering membuat saya berlinang air mata. saya tidak marah. saya cuma sedih. itu saja. jauh di hati saya, saya sayang kalian semua. kalau kalian sering liat saya marah marah, itu cara saya saja buat bilang saya sayang kalian. saya pernah merasa senang, sedih, bahagia, rindu, sakit hati, itu semua waktu saya bersama kalian. saya ngga tau harus bilang apa lagi. tapi saya memutuskan untuk pergi. kalian pasti (dan harus) tetap jalan walau tanpa saya. saya sedang berjalan juga, tapi beda ruas dengan yang kalian ambil. saya tau, diujung jalan itu kita akan bertemu lagi. saya tau, sepanjang jalan ini bisa jadi kita bakal saling bersisian kembali walau hanya sekian detik. saya, saya bakal rindu kalian semua….

 

 

saya tau saat saat itu pasti akan tiba,

Jogja

4 thoughts on “Jahat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s