Remah

pagi ini sangat cerah. semestinya aku lalui dengan berbagai rencana yang aku susun semalaman. ya, sudah aku lalui. ya, aku sudah mencoba. senyumku teramat lebar pagi ini.

lalu mendadak mereka bertanya tentang mu padaku. lalu mendadak aku seperti beku. menatap mereka tanpa sadar dengan lidah kelu. dan kembali lagi….

remah remah kenangan itu mencuat lagi. kenapa tak pergi dibawa angin saja? kenapa remah itu justru melekat di memori? rasanya justru menusuk nusuk otak. ah, ya. dan hatiku juga.

dan bagaimana aku bisa lupa jika tanpa perlu melakukan apapun aku masih bisa melihatmu? setidaknya melihatmu dalam ingatanku. dan bagaimana aku bisa lupa jika tanpa perlu melakukan apapun kau masih bisa terselip dalam rancunya mimpi mimpi malamku?

remah itu takkan hilang. dia lekang dalam kenangan.

 

diantara tumpukan barang2 KK

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s