lalu apa?

benarkah?

benarkah semudah itu ketika aku melihat diriku mengatakan semua sudah usai?

benarkah secepat itu sesak yang mengungkungi hilang bersama bayang yang mengawang?

benarkah sepersekian detik sesudahnya ada dirimu mengungkapkan hal yang sama?

lalu apa?

menatap diriku sendiri saat itu yang membuat aku kini kelu

terlebih meraba sikapmu

lalu apa?

kini yang tersisa hanya rasa yang belum sedikitpun lega

apa yang harus aku perbuat?

,in the midnight

mogok

jadi ceritanya aku tadi jam 10 an berangkat dari kos ke stasiun lempuyangan. pake motornya yusva. aku rencana nya mau pulang naik kereta sriwedari atau prameks yang jam 11. mumpung ternyata harga tiket turun. cuma enem ribuu cuuuuy jogja solo 😀

kebetulan aku yg bawa motor. karena biar bisa lebih cepet (?). udah mau niat ngebut tuh, weeeew…. baru nyampe perempatan pascasarjana UGM yang ruame banget itu, tiba-tiba….

slep. motor yusva mogok. ayayaayyayaaayyyy~~

tau siapa yang panik banget? Yusva! beneeer hahahaaa… dia emang panikan sih, padahal aku ketawa tawa sambil mikir ini yg jualan bensin paling deket dimana yak?? adanya di pogung, depen peternakan, atau depen GSP sana. sama jauhnya euy. Continue reading

terimakasih :)

pertama, akhirnyaaaa buku Jatuh-TMR nyampe jugaa setelah ditunggu sebulan :’) hehehheee. nyampenya kemarin siang waktu aku di kampus. mba feni yang lagi di kontrakan menerima langsung dari om om JNE. aku yg lagi di kampus jejingkrakan waktu mba feni sms ada paket buku. yeaaayy!! akhirnyaaaaa 🙂
Photo-1201

kedua, ini rada gila rada ga bener tapi ya biarin deh. wajar dong ya sebagai blogger, mengharap pengunjung blog nambah banyak? wajar banget ah. dan aku euforia banget. gegara postingan ini >> Tuhan Maha Romantis [mp3+lirik] trafik pengunjung blog naik drastiiiisss 😀 kece bet dah, jarang2 begini nih trafik nya hahaha. terkenal nih di dunia (maya) :p
Continue reading

S.O.S (part 2)

pemilik blog sedang mengalami fase menulis – backspace – menulis – saving draft – menulis – saving draft – delete.

pernah kaya gitu ngga? rasanya sewaktu kamu nulis kamu yakin banget sama tulisanmu. tapi sehabis tulisan itu 80% kelar, tiba2 kamu merasa kamu ngga perlu mem-publish tulisan itu. tiba2 kamu merasa buat apa kamu nulis hal yang nggak penting kaya gitu. tiba2 kamu merasa tulisan nggak bagus efeknya buat kamu sendiri -dan orang lain- yang baca tulisan itu.

oiya, dan judul postingan ini? S.O.S (part 2) ? kalau kamu sadar, aku belum pernah publish tulisan dengan judul “S.O.S (part 1)” karena memang rasanya setelah baca lagi, aku ngga perlu publish tulisan itu. mungkin ya, mungkin. bakal ada rasa nggak nyaman di aku kalo beneran aku publish walaupun kondisinya beneran SOS hahaha.

entahlah. maap nyampah. pasti kamu bingung aku ini nulis apa. aku juga bingung kok ini tulisan apa. jadi kita impas.

Sistem Referensi Geospasial Indonesia (SRGI) 2013

Pendahuluan

Pembangunan jangka panjang nasional 2005 -2025 bertujuan untuk mewujudkan suatu keadaan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil dan makmur. Salah satu hal penting dan mendesak untuk dilakukan pemerintah adalah menjamin ketersediaan dan keterbukaan informasi, serta pemanfatan sumberdaya alam yang seimbang sesuai dengan prinsip pembangunan berkelanjutan di seluruh sektor dan wilayah. Kondisi tersebut akan dapat berjalan optimal manakala didukung oleh informasi, baik informasi spasial maupun informasi non spasial yang andal (accountable), berkelanjutan (continuable) dan mudah diakses (assessible).

System informasi spasial yang andal, berkelanjutan dan mudah diakses harus mengacu pada referensi tunggal agar dapat diintegrasikan. Sedangkan di Indonesia, setiap instansi merujuk pada Undang-Undang yang berbeda. Kementerian Kehutanan berpedoman pada UU No 41 Tahun 1999, Kementerian ESDM mengacu pada UU No 4 Tahun 2009, Pemerintah Daerah mengacu apda UU No 32 Tahun 2004 lalu juga ada UU No 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, dan UU No 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. Sehingga Informasi Geospasial Tematik (IGT) tidak merujuk pada satu sumber rujukan peta dasar. Selama IGT tidak merujuk pada peta dasar yang dibangun oleh instansi yang berkompeten dan mempunyai kewenangan maka IGT akan menimbulkan kesimpangsiuran.

SRGI (Sistem Referensi Geospasial Indonesia) tunggal sangat diperlukan untuk mendukung kebijakan Satu Peta (One Map) bagi Indonesia  Dengan satu peta maka semua pelaksanaan pembangunan di Indonesia dapat berjalan serentak tanpa tumpang tindih kepentingan. Continue reading

8 Jenis ‘Penyakit’ Wanita

 

IMG_0003-002-005 copyIni “rahasia” wanita juga, kalau nggak mau baca nggak dipaksa, namun rugi banget kalau nggak baca. (?) Soalnya, siapa tahu penyakitnya sudah stadium 4, tapi ehhh, belum mengetahui kalau dirinya “sakit”.

Menurut kawan saya, yang entah dimana dia dapatkan sumbernya — yang jelas pasti bukan dari dokter —
penyakit kewanitaan terdiri dari 8 (delapan) jenis, yaitu :

(1) Nangisuitis

Akibat terlalu sensitif. Gejalanya bibir cemberut, Mata kedap- kedip. Efek sampingnya mata bengkak, saputangan banjir, hidung meler, bawaannya ngurung diri atau terkena penyakit Curhatitis A. Penyakit ini bisa diobati dengan obat Tegaridol, atau OBH ( Obat Berhati Hamba). Continue reading

Quote

“kemengangan akan datang bagi orang yang merencanakan perjuangannya dan memperjuangkan rencananya” ~KajiMan 020314

#JLEB

#NTMS