30 sekon

Aku masih menggurat pagi dengan mendendangkan lagu. Jika ini pantas kau sebut lagu. Berjalan menyusuri gedung pencakar yang berlomba merobek langit. Seperti biasa. Tanpa seulas senyummu.

Dukk!!

“Ouch! maaf Kak,” seru seorang gadis yang tanpa sengaja menyenggol siku ku dengan tas nya saat berjalan cepat mendahuluiku.
Aku tersenyum sekilas. Deg!
Dia mirip kamu.

Dendang laguku terhenti. Dagu lancip itu, poni itu, mata itu… Tetiba semua jagat membeku. Pun aku. Entah kenapa. Padahal sudah bertahun lalu. Padahal sudah ratusan ribu detik lalu.

Aku tergagap. Merogoh ponsel. Mencari nomormu. Menekan tombol dial. Lalu mati.

Mati.
Seperti jasadmu.
*end*

Flash Fiction ini ditulis untuk mengikuti program #FF2in1 dari http://www.nulisbuku.com di Facebook dan Twitter @nulisbuku

4 thoughts on “30 sekon

Leave a Reply to izzatyzone Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s