Pergi

Apa maumu?

Seenaknya saja merasuki mimpiku. Membuat rautku pucat tiap kali berpapasan denganmu. Menghasilkan gempa pribadi yang tak kalah hebat jika tanpa sengaja melihatmu.

Apa maumu?

Lalu seenaknya saja kau pergi tanpa permisi. Sesukanya kau menghilang tanpa bayang. Semudah itu kau tak peduli lagi.

Lalu apa salahmu?

Tak ada yang salah denganmu. Cuma aku yang terlalu buru-buru. Anggap sajalah semua itu angin lalu.

Ah ya. Maaf aku tak pernah benar benar mengenalmu. Pun kamu, benar benar tak pernah mengenalku.

penghujung malam,
diantara tumpukan laporan,