Lelaki Pertama

Abi.
Begitu aku memanggilnya. Lelaki pertama yang aku cintai. Lelaki pertama yang menyentuhku dan menyuarakan adzan serta iqomah untukku (Soalnya bidannya ibu ibu). Lelaki pertama yang aku kagumi, aku segani, sekaligus aku sayangi.

Lelaki pertama yang mengajariku banyak hal. Abi tak pernah seujung kuku pun memperlakukanku dengan kasar. Lelaki yang menyayangi seluruh anggota keluarganya dengan keadilan, semua tak mesti sama bukan? Lelaki yang sangat melek politik, memahami agama, demokratis untuk semua hal, moderat dalam berbagai urusan. Lelaki yang begitu memukauku. Bahkan, jika tiba saatnya nanti, bolehkah aku mencari lelaki sepertimu, Abi?

——-

Tulisan ini diikutkan dalam program #SehariMenuliSatu #TemaDay11 radio Swaragama FM @swaragamafm

Nyalakan!

Berapa lama kamu mampu bertahan dalam kegelapan mencekam? Sejam? Dua jam? Sehari? Dua hari? Apa kamu akan menikmati kegelapan itu, lantas tanpa makna apa apa? Atau kau akan menceracau, penuh kekesalan yang semakin berganda? Tak sempatkah kau membiasakan mata dengan sekitar? Melihat kalau-kalau ada sesuatu yang bisa menghasilkan cahaya?

Itu lampumu, sayang.
Kamu bisa menyalakannya kapanpun kamu mau. Tak perlu menghardik kawan sebelah dan seberangmu yang enggan menghidupkannya. Justru sebuah kebaikan bukan, jika kamu punya kesadaran? Kamu bisa mengubah kegelapan seketika benderang dengan sumpah serapah? Teriak marah marah? Lebih indah sayang, jika kamu nyalakan lampu itu sendiri. Bisa jadi dengan kegelapan yang membuatmu sedikit sesak, kamu akan kesulitan meraih lampu yang sebenarnya tak jauh darimu. Bisa jadi nyalanya hanya sedikit dari yang kamu perkirakan. Tapi tak apa. Lihat wajah wajah terpukau mereka yang masih saja meratap gelap. Tersenyumlah. Lalu ajak mereka satu persatu menyalakan lampu mereka sendiri. Jika benderang, kamu juga akan senang. Aku akan terlihat ada diantara mereka, menyambutmu dengan lentera di tangan, mata, dan hatiku.

—–
Tulisan ini diikutkan dalam program #SehariMenuliSatu #Day10 radio Swaragama FM @swaragamafm

Angin

Dalam desau yang selalu menggangguku, aku menganggapmu begitu nyata di hidupku. Ah, memikirkan baris baris rumus yang harus aku selesaikan setiap pagi saja sudah membuat aku lelah. Terlebih mencoba memahami arah desaumu? Kupikir telah banyak yang mencoba memahamimu. Dalam rasa dingin yang begitu menggigit saat kau mengejarku, aku tak peduli. Kurapatkan jaket tebal lalu pergi. Meninggalkan jejak kaki yang lalu kau ratapi. Sungguh, aku memang tak pernah mau mengerti.

Lain waktu, kukira semua sejukmu palsu. Nyatanya kau yang menemani senjaku dari waktu ke waktu. Menghembuskan harapan hari esok untukku. Menyematkan sebuah kenyamanan, agar kering luka di hari yang lalu. Merengkuh setiap engah nafas lelah yang seringkali membuatku ragu. Kamu; angin, jangan berhenti menggandeng bayangku setiap tapak, jangan lelah merangkul setiap tercipta jarak. Kamu; anginku.
-end-

Tulisan ini diikutkan dalam program #SehariMenuliSatu #day8 radio Swaragama FM di web swaragamajogja.com/seharimenulisatu/ dan twitter @swaragamafm

Metamorfosa Jiwa

Kamu sudah lelah dengan dirimu. Menunggu suatu masa dimana kamu melihat dirimu, ah tidak, orang lain melihat dirimu sebagai orang yang sangat hebat. Hebat menurut versi mereka, yang -sialnya- sangat berpengaruh terhadap kejiwaanmu. Kamu tentu membencinya. Membenci disaat kamu tak berdaya, orang lain tetap menantimu dengan perasaan bangga. Seakan kamu seorang sempurna tanpa cela, tanpa duka.

Bahkan dalam geliat metamorfosa; yang membuat dirimu indah dimata dunia, kau tetap harus berusaha. Berperang dengan semua yang ada pada dirimu: ego, ketakutan, keraguan, lelah, lemah. Dengan semua yang harus kamu kerjakan itu, masih juga kamu harus peduli dengan kata mereka? Lupakan! Bukankah kamu melakukan ini semua demi dirimu -dan yang mencintaimu-? Lalu untuk apa kata dunia? Lalu untuk apa mata yang memandangmu penuh pesona? Kau hanya harus membuktikan pada dirimu sendiri: Kamu menang dalam perang jiwamu -dalam bungkusan Metamorfosa- .

-end-

Tulisan ini diikutkan dalam program #SehariMenuliSatu #Day4 Radio Swaragama FM Jogja swaragamajogja.com dan twitter @swaragamafm

Anniversary!!

image

Yeeeay!! Happy Anniv, my virtual world! πŸ™‚
Ternyata udah 3 tahun sejak pertama aku menyatakan diri sebagai blogger di wordpress. Kemarin aku iseng buka-buka postingan lama. Masya Allah nggak nguwati XD Kok bisa aku nulis hal seabsurd itu, helloo~
Tapi masa lalu biarlah berlalu, bukan? *eyaaaa

Sebenernya sedikit merasa bersalah karena jarang ngepost akhir2 ini, duuh maapin yaah Sayaaang *elus elus ava*. Okeee di hari Anniv ini (sebenernya kemarin tapi aku telat buka notif nya wp hihi) aku sendiri berdo’a semoga postingan selanjutnya dan selanjutnya lagi bisa kasih manfaat buat banyak orang, biarin aja postingan galau yang penting manfaat hehe πŸ™‚

Doa kamu buat blog ku apa?