Angin

Dalam desau yang selalu menggangguku, aku menganggapmu begitu nyata di hidupku. Ah, memikirkan baris baris rumus yang harus aku selesaikan setiap pagi saja sudah membuat aku lelah. Terlebih mencoba memahami arah desaumu? Kupikir telah banyak yang mencoba memahamimu. Dalam rasa dingin yang begitu menggigit saat kau mengejarku, aku tak peduli. Kurapatkan jaket tebal lalu pergi. Meninggalkan jejak kaki yang lalu kau ratapi. Sungguh, aku memang tak pernah mau mengerti.

Lain waktu, kukira semua sejukmu palsu. Nyatanya kau yang menemani senjaku dari waktu ke waktu. Menghembuskan harapan hari esok untukku. Menyematkan sebuah kenyamanan, agar kering luka di hari yang lalu. Merengkuh setiap engah nafas lelah yang seringkali membuatku ragu. Kamu; angin, jangan berhenti menggandeng bayangku setiap tapak, jangan lelah merangkul setiap tercipta jarak. Kamu; anginku.
-end-

Tulisan ini diikutkan dalam program #SehariMenuliSatu #day8 radio Swaragama FM di web swaragamajogja.com/seharimenulisatu/ dan twitter @swaragamafm