Pantai Gesing; Antara Wawasan dan Pengelolaan

Sepekan lalu, saya mendapat tantangan dari dosen saya untuk membuat postingan di blog tentang wawasan nusantara dan implikasinya dalam pengelolaan wilayah pesisir. Anda sudah tau sejarah negara kepulauan? ALKI? UNCLOS? Nah, beruntung anda, teman-teman sekelas saya sudah memposting itu semua dalam blog mereka. Silakan intip di sini;

http://abrianto05.blogspot.com/2015/02/wawasan-nusantara-serta-mengatasi.html 

http://www.ray-id.com/2015/02/memahami-konsep-wawasan-nusantara-dan.html 

http://fuadswastiko.blogspot.com/2015/03/implikasi-konsep-wawasan-nusantara.html 

http://fannyzafiram.blogspot.com/2015/03/wawasan-nusantara-dan-pengelolaan.html

Saat ini saya tak hendak lagi memposting hal-hal tersebut. Saya ingin sedikit mengintip konsep wawasan nusantara ini dari pengalaman saya di beberapa waktu lampau.

Di pekan terakhir liburan semester genap lalu, saya bersama keempat teman saya mbolang ke sebuah pantai. Ajakan mendadak (semalam sebelumnya) ini saya iyakan saja, mumpung masih liburan. Hohoho… Tujuan kami, yang saya juga belum tau seperti apa, adalah Pantai GesingHa? Ngendi kuwi?

Baiklah, di sini kita dapat satu poin. Belum semua orang tau Pantai Gesing. Bahkan sekaliber orang Jogja pun! Wawasan nusantara kita jangan-jangan pantai di Jogja itu hanya sebatas Indrayanti, Parangtritis, dan Baron? Hehe, tak bermaksud menyinggung, cuma sedikit menyindir 😀

Lokasi Pantai Gesing tepatnya di Desa Girikarto, Kecamatan Panggang, Gunungkidul. Jika dari Kota Jogja maka kita bisa tempuh melalui tiga jalur, yaitu melalui jalur Pathuk atau jalur Imogiri maupun jalur Parangtritis. Kemarin saya lewat jalur Imogiri. Karena selain sepi dibanding jalur Pathuk yang kadang macet apalagi kalau weekend itu, lewat Imogiri kita cuma butuh waktu selama 1 jam 30 menit.

Sesampainya di sana, saya berteriak-teriak tak karuan. Saking indahnya! Melihat pesona alam bikinan Allah begini siapa yang tak berdecak kagum sembari bertasbih terus menerus?

Ini beberapa gambar yang saya potret ;

IMG_20150212_090729

IMG_20150212_093616

Saya tau, anda nggak akan puas sama foto saya 😀 Yah, maaf, henpon yang saya punya fitur kameranya standar banget. Saya sarankan kalau main ke sini bawa kamera DSLR, maka semua bakal nampak cling bahkan ikan-ikan kecil yang berenang diantara jemari kaki juga terlihat. Hohohooo.

Pantai Gesing

Menuju pelabuhan yang indah

Nah itu saya dapet dari detik travel. Beda jauh ya hasil jepretannya? Maaf maaf hehehee…

Apa yang saya tangkap? Ikan? Bukan, pemahaman. Bahwa negeri kita ini sungguh kaya pesisir yang indah-indah seperti ini. Sebenarnya, bisa lho kita mengelola wilayah potensial ini menjadi sesuatu yang lebih menjanjikan. Kita sudah tau, Singapura saja bisa, Malaysia bisa. Kita kapan? Perbaiki dulu wawasan pesisirnya. Karena belum semua yang pintar-pintar itu memahami. Pintar belum tentu paham lho, ya… Bayangkan! Jika saja wilayah pantai ini dipermak sedikit saja, akan seberapa besar perubahan yang terjadi? Sangat besar!

Jalan menuju Pantai Gesing ini sangat parah, serius. Saya sampai khawatir kalau motor saya ban nya bakal pecah. Disamping memang ban nya sudah tipis, kondisi jalannya yang berkerikil sangat membahayakan. Mungkin ini juga yang membuat pelancong tidak melabuhkan pilihannya ke pantai ini.

Maka seperti ini pengelolaannya dalam bayangan saya: Jalan menuju Pantai diperbaiki, diaspal halus. Lalu dipromosikan lewat Duta Pariwisata atau Dimas Diajeng Jogja. Gerakkan masyarakat untuk memulai bisnis di sana; jual hasil tangkapan, resto, lokasi pemancingan (btw, suasana pantai ini keren sekali untuk mancing), lokasi penginapan, dan sebagainya. Roda ekonomi akan menggeliat di Pantai Gesing yang sebelumnya sepi sekali pengunjung dan bahkan sepi penjual.

Itu skala kecilnya, skala besarnya bahkan bisa menjadi pusat perdangangan hasil laut atau yang lebih besar lagi. Waaaw imajinasi sayaaaa tinggiii banget yak? 😀

Indonesia juga  sudah punya UU No 1 tahun 2014 yang membahas pengelolaan wilayah pesisir. Dalam postingan yang ini ,saya sudah menjelaskan perubahan dari UU sebelumnya.

Kita bisa apa? Minimal sounding ke media yang kita miliki, ceritakan keberadaan pantai ini. Seperti yang saya lakukan sekarang hohohoo… Lalu belajar yang rajin. Kenapa? Nanti kalau sudah paham, bikinlah rancangan tentang bagaimana mengelola pesisir yang baik, sertakan rekomendasinya juga. Ajukan pada para stakeholder, dan yakinkan beliau-beliau itu.

Selamat berjuang untuk pesisir kita!

(* Luthfi Izzaty 11/319011/TK/31815)

2 thoughts on “Pantai Gesing; Antara Wawasan dan Pengelolaan

  1. kutukamus says:

    Foto yang terakhir angle-nya bagus sekali. Semoga pengembangan aset alamiah seperti ini selain berdampak positif bagi ekonomi sekitar juga semakin menguatkan kearifan lokal ya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s