[resume] Kajian Fiqh Terapan #2

.:Kajian Fiqih Terapan:.
Tema: Fiqh Prioritas/Awlawiyyat
Oleh: Ust. Sholihun
@ Masjid Al-Fath, Seturan, Jogja
 
🍃» 4 hal yang perlu diketahui dalam fiqih prioritas:
(1) Latar belakang Yusuf Qardhawi menyusun fiqih ini adalah karena melihat umat islam dan aktivis dakwah seringkali kurang terstruktur dalam berdakwah dari segi materi, objek, dan wilayah.
Mana yang harus didahulukan dari konten tersebut agar dakwah menjadi tujuan yang diinginkan. Contoh; zakat dan infaq jika dikelola dengan baik maka uat islam pun  juga akan menjadi lebih baik dari segi pengelolaan.
Seperti halnya mana yang harus didahulukan antara mendirikan khilafah atau mendidik umat?
Karena itu kita perlu mengetahui juga fiqih muazanah /fiqih pertimbangan dan fiqih waqi’ terkait bagaimana realita yang terjadi.

(2) Hakikatnya fiqih hakikatny solusi, namun tetap tergantung kita dalam kemampuan merealisasikannya. Dilatarbelakangi dari fiqih sebagai solusi, sedangkan permasalahan aktivisi itu sangat kompleks sehingga perlu untuk memilih mana yang lebih prioritas dan menatany dengan baik.
(3) Dalam pembuatan program & kerja harus tepat sasaran. Misalnya, mabit, target utama; mabit terlaksana tapi tujuan tidak diperhatikan sehingga ghiroh dalam ruhnya tidak akan terbentuk.
(4) Islam itu mudah. Ambil fiqih yang mudah terlebih dahulu, baru kemudian bertahap mempelajari yang lebih tinggi.
🍃
» Bagaimana menghubungkan antara Fiqih Prioritas, Fiqih Waqi’ dan Fiqih Muazanah? Sebelumny kita harus memahami dulu tiap-tiap fiqih itu.
👑 Fiqih Prioritas/Awlawiyyat
♻ Awla dalam bahasa arab memiliki arti ‘lebih baik/lebih utama’.
♻ Dalam beramal, kita perlu menimbang mana amalan yang lebih baik dan utama. Termasuk dalam ibadah, utamakan yang wajib baru yang sunnah. (Fiqh muazanah)
♻ Selain itu, kita juga perlu melihat realita yang sedang terjadi di lapangan dalam menimbang amalan-amalan. (fiqh Waqi’)

» Untuk menentukan mana yang lebih prioritas, ada 4 hal yang perlu dilakukan, yaitu
(1) Mengenali objek pekerjaan,
(2) Memahami dampak pekerjaan tersebut,
(3) Kemampuan dalam memilih dan memilah pekerjaan, Manfaatkan waktu kita yang sedikit ini dengan kerja yang efektif. Dilapangan kita perlu mengetahui mana yang merupakan wilayah kerja kita dan mana yang bukan. Lebih memilih mudharat yang lebih kecil untuk menolak mudhorot yang lebih besar dan bersifat jangka panjang daripada  memilih kemaslahatan yang hanya sesaat.
(4) Pengaturan, dari segi waktu, dan eksekusinya.

*Notes: Fiqih itu dinamis untuk yang bersifat lapangan, tidak untuk fiqih ibadah yang merupakan fiqih statis
*notulen by: ROC & PA

2 thoughts on “[resume] Kajian Fiqh Terapan #2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s