Audit Tersulit

Audit merupakan proses pemeriksaan dan evaluasi atas apa yang seharusnya terjadi dengan apa yang sebenarnya terjadi.
Pihak yang diaudit maupun Auditor harus saling mempersiapkan diri untuk mengadakan audit. Tak lain dan tidak bukan adalah untuk mendapatkan hasil yang baik. Auditor ada yang dari internal, pun ada yang dari eksternal baik itu perusahaan lain atau lembaga yang berwenang melakukan audit. Namun sayangnya, terkadang proses audit ini dianggap sebagai proses untuk mencari-cari kesalahan. Padahal tidak, audit adalah bentuk bukti nyata pertanggungjawaban atas apa yang sudah dilakukan oleh suatu perusahaan atau badan usaha.
Begitulah, setidaknya beberapa konsep dan teori mengenai Audit yang saya pelajari dalam mata kuliah Hukum Buruh tadi pagi.


Maka bayangkan pada suatu ketika nanti. Setiap diri kita akan diaudit oleh yang sudah menciptakan kita. Oleh Sang Pencipta. Oleh Yang Memberi Kehidupan. Segala perbuatan kita, sekecil apapun akan diaudit. Bagaimanalah kita bisa pura – pura tak mengerti. Bagaimanalah kita bisa berkilah tak melakukan. Bahkan Dia sudah berfirman; sekecil zarrah pun kan terbalaskan.

Pada saatnya nanti tak bisa bersembunyi
Kitapun menyesali, kita merugi
Pada siapa mohon perlindungan
Debu-debu berterbangan
– Efek Rumah Kaca –

Bagi saya, hari itulah saat audit yang tak bisa dipungkiri lagi. Audit tersulit daripada audit keuangan perusahaan. Maka mungkin benarlah Sapardi Djoko Damono dalam sajaknya yang tetiba membuat saya merinding ketika beberapa pekan lalu membacanya.

Aku tidak mengenal lagi suaraku. Kau seperti menangis, kata-Mu. Aku seperti mendengar sesuatu, tapi itu bukan suaraku, aku seperti mendengar sesuatu tapi mungkin itu bukan suara-Mu. Suara siapa, aku belum pernah mendengar sebelumnya; merapatlah ke mari. Seperti ada yang asing, yang mengajak berbicara padaku, menghitung tahun-tahunku. Aku merapat pada-Mu.
Ini, kubisikkan sesuatu kepada-Mu; nah Kau dengar sekarang, itu bukan suaraku. Ada yang telah berbisik mengenai hari itu.
Kau takut; tanya-Mu. Aku merapat pada-Mu. Suara siapa gerangan telah terucap lewat mulut serta dua belah mataku.
-Suara-

pagi hari,
Jogja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s