Cinta Matahari

photo from : fiksi.kompasiana.com

“Saya selalu ajarkan kalian untuk mencintai ibarat matahari,” ujarnya memecah keheningan kelas pagi ini.

Aku dan puluhan mahasiswa lain hanya senyum-senyum aneh. Yah, si Bapak ngomongin cinta lagi, deh.

Beliau melanjutkan,”Lihat cinta matahari pada bunga. Dia begitu ikhlas memberikan sinarnya, semata agar bunga bisa melakukan fotosintesis dan tumbuh cantik. Lalu, ketika bunga sudah memekarkan mahkotanya, bunga justru menari bersama lebah dan kumbang. Apakah matahari marah lalu menghukum bunga? Tidak. Dia tetap memancarkan sinarnya.” Continue reading