[#JombloTraveller] Puasa Pertama

pict from sawitbiz.com

pict from sawitbiz.com

#2

Hari ini puasa Ramadhan hari pertama. Entah kenapa, rasanya waktu berjalan dengan lambat. Perasaanku apa emang iya, matahari di kos lama sekali tenggelamnya. Aku bukan tipe orang yang ngeliatin jam terus menerus di depan makanan atau televisi nih,ya. Tapi rasanya kok sepi ngeliat es buah, bakwan, dan nasi pecel di depan mata. Jadi inget keluarga di rumah, kan. Aduuh…

Aku meraih hp dan membuka grup WA keluarga. Nah kan, si mas ganteng sudah posting menu buka puasa di rumah. Haduh, makin makin deh ya. Tapi apalah daya, kerjaan di kantor nggak bisa ditinggalin. Bisa marah itu kakak-kakak senior dan partner-parter.

Lira Arimbi – Harus banget difoto gitu mas, menunya?

Mas ku ganteng – Harus Lir, biar kamu kepengen :p

Bapak sayang – Lira kapan pulang? #jleb

Lira Arimbi – Belum dapat cuti, Pak 😦

Mas ku ganteng – Lira pulang kalo bawa calon suami, Pak. Wkwk

Lira Arimbi – Mas gausah mulai deeeeeeeh -_____-

Bapak sayang – Ya semoga segera ketemu jodohnya. 😀

Lira Arimbi – Bapaaaaak -____-“

Adzan terdengar. Aku menaruh hp dengan dongkol dan mulai meminum seteguk air putih. Nah, pernah denger nih hadist kalau orang puasa, berbuka kemudian berdo’a maka do’anya akan makbul. Baiklah aku akan sejenak berdo’a untuk… Bapak dan Umi semoga sehat selalu sampai aku nikah nanti (#eh?), Mas ganteng yang semoga segera diberi momongan, bosku yang baik hati semoga memberi cuti lebaran panjang, pemimpin Negara semoga pada insaf gak korup-korup lagi, dan khusus buat kamu..iya. kamu. Semoga kamu segera menemukanku diantara ribuan sholihah di luar sana. Aduh kok aku makin nggak jelas ini doanya. Yasudah gini aja, Alloh, siapapun dia kalau Kau ridho, aku mau.

Aku buru-buru menyudahi do’aku. Ampun deh, masa sholihah do’anya gini sih?

Segera setelah makan aku sholat maghrib. Kos ini sepi sekali. Kebanyakan penghuninya adalah manusia kantoran yang mungkin terkena macet atau lagi buka bersama.

“Lira, nanti taraweh yuk di Al Huda!” panggil Devi mengagetkanku. Aku melongokkan kepala keluar kamar. Oiya, kan aku tadi nggak jadi ikut kajian di masjid karena masih ngantri di jalan. Ngantri lampu merah berubah hijau.

“Dep tungguin yaaak,”

“Yoi, santai sist,”

Devi salah satu penghuni kos yang aku tempati. Dia semangat belajar agamanya tinggi. Apalah aku yang masih saja disibukkan dengan dunia kerja. Beruntung banget Devi, perusahaan tempat dia kerja selama Ramadhan cuma sampai jam 2 siang jam kerjanya. Astaghfirullah Lira, nggak boleh iri… Kan Alloh kasih yang lain yang mungkin Devi nggak dikasih. Tapi apa ya? Jodoh juga belum dikasih, tuh. Kok ngomongin jodoh lagi sih, Liraaaaaa. Aku terkikik sendiri mendengar pikiranku berkecamuk.

“Lir, sehat?” kata Devi dari ruang tengah.

“Ups, iya Dev, sehat kok!” jawabku sambil tertawa.

—-//\\—-

to be continued…

5 thoughts on “[#JombloTraveller] Puasa Pertama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s