[#JombloTraveller] Pulang Taraweh

#3

Bintang malam hanya terlihat beberapa yang bertebaran. Bulan sabit baru muncul sedikit sekali. Aku kembali dari tarawih di Masjid Al Huda, dengan Devi yang berjalan sambil melantunkan ayat suci. Aku sedikit merenungi yang dikatakan penceramah tarawih tadi. Pak Rosyid, ketua RW di daerah kos kami yang saat itu menjadi penceramah. Beliau bukan penceramah kondang yang sering diundang di pengajian-pengajian apalagi televisi. Tetapi buatku, ceramah singkat beliau tadi benar-benar kena.

“Bulan Ramadhan ini hendaknya bisa menjadi bulan dimana kita bisa memaksimalkan ibadah kita. Bersyukurlah, karena ibadah wajib dilipatgandakan pahalanya. Ibadah sunnah pun pahalanya setara dengan ibadah wajib. Maka bulan Ramadhan bukan bulan latihan lagi. Bulan Ramadhan menjadi titik balik kita untuk berubah, lebih banyak beribadah, dan meraih sebaik-baik pahala serta pengampunan dari Allah atas dosa yang kita lakukan selama setahun silam. Akan tetapi banyak dari kita dan umat Nabi Muhammad yang justru lalai, menganggap Ramadhan sebagai bulan yang penuh keramaian dan malah kehilangan esensinya. Banyak yang terlalu sibuk dengan urusan duniawi, dan lupa bahwa urusan akhirat lebih utama dari itu semua.” Continue reading