[#JombloTraveller] Siap-siap, Yuk!

#4

Tep!

Jia menepuk pundakku, “Keliatan buru-buru banget lo, Ra! Mau ngapain, sih? Buka puasa juga masih tiga jam lagi kali?!”

Aku terpaksa menghentikan kesibukanku menata naskah baru yang sudah aku coret sana-sini. Butuh konsentrasi ekstra melakukan pekerjaan ini. Bahkan aku harus mengabaikan orang yang mengajakku ngobrol ketika aku sedang sibuk atau dikejar deadline dari kepala editor.

“Aku mau pulang cepet, Jia. Janjian sama temen kos buat ngaji di masjid-“

“Al Huda?” potong Jia cepat. Aku tertawa.

“Bukan wey, masjid lain ini. Aku mau keliling gitu ikut pengajian. Lumayan kan, ntar mungkin dapet makan buka gratis.” Jawabku sambil mengerling Jia.

“Ciiieeee, jomblowati kita muv ooon jadi sholihah nih, Er!” Eri yang sedang mendesain sampul buku mendongak menonton kami. Continue reading