On The Wall

​Aku tidak pernah ingin terjebak di sini selamanya. Tersenyum membosankan dan tanpa gairah hidup. Terkutuklah pembuatku yang namanya dipuja seluruh dunia. Aku bosan, menatap mata-mata yang menelanku bulat-bulat. Kata mereka aku cantik, benarkah? Tolong bawakan aku cermin! Seumur-umur aku tak pernah melihat wajahku sendiri, bahkan dalam mimpi.

Ah tunggu, seorang lelaki mendekat ke arahku. Rautnya sendu, seperti menahan rindu. Lurus-lurus dia menatapku dengan matanya yang biru. Ah! Aku seperti dejavu, rasanya momen ini pernah serupa terjadi. Tapi dimana?

“Kekasihku.” Aku tersentak. Hey, aku harus tetap tersenyum, bukan? Tapi caranya berbicara benar-benar membuatku terpana.

Tanggannya menggapai, seakan ingin meraihku yang terlapis kaca. Demi apapun, aku ingin meneteskan air mata mendengar kata yang keluar dari bibirnya,

“Monalisa…”

**end**

AAAARGH APAAINIIII

LOL

04 sept 16 @ Qilua Chocolate w/ Sahabat Pena UGM 

Keyword : lukisan

Well, inilah salah satu keisengan kami. Kumpul, nulis di tempat, bantai, posting. Hahaha!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s