Bernyanyilah

Man with the mask


Gelenyar inderaku memaknai suara. Bisik-bisikmu yang dulu, tak mampu aku mengingatnya. Kau seperti tayangan videotron yang bergerak, namun tanpa suara. Aku seperti mengenal rupa itu, lalu begitu hilang. Melayang bersama kabut keindahan, dimana kita tak punya pilihan.

Padahal dulu aku berjanji setia, semenjak dua raga yang memisahkan kita. Newyork dan Jakarta-pun tak seberapa dibanding luasnya samudera spasi nyawa kita. Katakan apa maumu, semua hampir aku sebut hingga kelu, semua aku lakukan demi bertemu. Hingga tembang dalam irama detak jantungmu, menyatu bersama di setiap nafas yang kuhela.

Datanglah, kemana lagi aku harus mencari jika bukan dalam mimpi. Bukankah hanya nyanyianmu yang dulu bisa membuatku langsung memejamkan mata? Bernyanyilah, dan temukan aku di sana, bersama jiwa dan ragaku yang tengah berdansa.

Lagipula, waktu tidak akan mengubah apapun. Kita sudah membuktikan, bukan? Sekalipun ruang dan waktu menjaraki kita, sekalipun aku tidak lagi bisa kau rengkuh. Dan selamanya, kenangan kita akan selalu menjadi tembang tidurku. Maka bernyanyilah, hingga aku tertidur, hingga aku bertemu denganmu lagi dalam mimpi.

Lagu : Sing Me To Sleep by Alan Walker

==================

Hasil iseng tugas dari anak2 SapenGama. Tadinya mau bikin ttg dua kembar yg kepisah lama. Tapi begitu jadi, dibaca temen…eh kata dia ini galau banget 😅

Embuh ah hahahahaa. Selamat Hari Blogger Nasional ! ;)😄

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s