#2 What They Said About Me that I Never Forget


Tema hari kedua : Sesuatu yang orang lain katakan tentangmu dan kamu tidak akan melupakannya. 

Oh wow. 

Apa ya? Kalo ada yang bilang aku cantik itu udah biasa… biasa-nya nggak ada 😂😂

Pada dasarnya aku tidak/jarang mempedulikan kata-kata orang lain. Toh hidupku akan tetap berjalan dengan atau tanpa komentar mereka, kan? Tapi ada kalanya memang aku harus mendengarkan apa kata orang tentangku. Terutama sifat burukku yang harus aku perbaiki, tentu saja.

Sewaktu aku masih SMA, ada guru yang pindah ke daerah asalnya. Bu Elly namanya. Merasa kehilangan itu pasti, tapi ada kata beliau yang sampai sekarang aku masih ingat. “Luthfi itu ekspresif, semua yang Luthfi rasakan akan terlihat sekali di raut wajah. Berlatihlah untuk mengendalikan ekspresi.” Ops. Yakah? Selepas itu aku benar2 mencoba mengendalikan ekspresi wajah. Waktu seneng, biasa aja. Waktu sedih, ga keliatan² amat. 

Eh tapi pas kuliah kayaknya lebih parah nggak sih, guys? 😅😂  Betenya aku, heppy nya aku, marahnya aku…selalu terlihat. Dan yah… sampai sekarang aku masih mencoba lempeng sih. *disorakin orang²  

Ada lagi tiga kata yang pernah dikatakan seseorang ke aku. “Kamu itu liar.” WHAT !?!? KEJAM NIAN KAMUH !! 😂😂

Hei kamu, kalau kamu baca tulisanku ini berhentilah tertawa. Ya kamu, yang pernah ngatain aku kaya gitu huh. Nggak tau ya kamu ada masalah apa sama aku ckckck. 

But okay, mungkin dia melihat aku dengan segala ketololan, kegejean, keanggunan (pfftt..), pecicilan, nggak mau diatur, suka ngelawan kalo nggak setuju, tukang bully sekaligus bullyable, berisik dimana mana. Tapi lho, LIAR. Berasa telenovela jadul, Wild Angel 😂

Aku nggak akan pernah lupa itu. Ctak ctak!