#23 Untuk Kamu

Tema : write a letter to someone

Kepada : Kamu, seseorang di gelapnya lampu.

Draft :

Hai. 23:50 ketika aku mulai menulis. Apa yang sedang kamu kerjakan? Kamu sudah tidurkah? 

Aku belum.

Aku capek. Tapi aku bahagia. Menyeduh kopi untuk segitu banyak (oke aku belum pernah menyeduh kopi sebanyak itu dalam sekali waktu, kau tau) orang sampai aku lupa caranya menghitung seperti yang biasa kamu lakukan. 

Aku nyaris putus asa, kamu tahu. Bagaimana mungkin 25 porsi harus tersaji sedang jumlah bean-nya tidak memadai? Aku merasa bersalah. Pada akhirnya aku hanya berhasil menyeduh 19 cangkir. Itupun setelah menjerang air berkali-kali.

Tapi aku bahagia 🙂 Karena setelah itu semua mengapresiasi kinerja. Aku sudah ketakutan setengah mati, bagaimana hasilnya??? Ternyata mereka senang-senang saja. Semoga tidak hanya di depan mataku saja sih. Beberapa dari mereka bahkan bertanya ini itu perkara kopi. Tentu saja aku menjawab seperti yang aku tahu, dengan senyum tidak berhenti menghias rautku. Mana boleh aku bersikap default alias judes kalau seperti ini? Hahaha.

Hai. Aku hanya ingin bercerita ini kepadamu. Sekarang aku juga mau tidur. Eh kamu sudah tidur, kan? Bacalah esok pagi ketika kamu menunggu air panas, seperti aku yang setiap pagi menunggu dispenser memberikan isyarat “air panas sudah siap”.

Senyum! 😆:)😄😄

Dari aku : Luthfi Izzaty.