Menikmati Hujan [D4]

Kalau saja kamu mengamati di media sosial yang kamu punya, sebagian besar dari mereka akan memilih diam  di rumah ketika hujan datang.

Segelas kopi atau teh atau coklat hangat, setumpuk buku bacaan, selimut tebal dan kasur empuk, musik yang menenangkan. What a perfect day!

Sayang sekali, sudah berminggu-minggu ini hariku tidak semenyenangkan itu. Ketika hujan datang, bisa saja aku sedang di warung. Atau berkutat dengan ms.word di kantor. Atau sedang dalam perjalanan entah kemana. Lupakan kopi, lupakan teh hangat, lupakan setumpuk buku.

Untuk saat ini, bagian menyenangkan dari sebuah hari hujan adalah berdiam dan menatapi jendela yang menjaraki aku dengan hujan. Terkadang aku membuka jendela, membaui petrichor dan menangkapi angin. Terkadang aku hanya diam, tidak memikirkan apapun. Terkadang aku tersenyum, membayangkan pelangi, kecipak air, dan kamu.

Akan sangat menyenangkan sekali jika segelas kopi menemani. Aku melakukannya jika di warung. Ketika hujan datang, menuju jendela berteralis kawat lalu aku tersenyum. Setelah itu aku membuat teh panas atau coklat panas, lalu aku kembali menatapi hujan.

Hujan waktu itu, seperti menyihirku.

Jangan-jangan aku gila.
Klebengan, 041216