Apa!

Di antara gemerisik angin berdansa bersama hujan,

ada aku, tersentak sedalam rasa duka

Apa yang kaulakukan?

Berhenti tanpa mengabari, berdiam tanpa satupun kauucapkan, berkata hanya dengan tanda-tanda

Tetiba menghilang, tanpa bayang-bayang. Apalagi sesuatu untuk kukenang

Aku menyalang, menggeram diatas bias piksel

Memang kauanggap aku ini apa?

 

*tema-nya: nulis apapun yang pengen kamu tulis.

3 Sedekah Kreatif Versi Luthfi

Tema pekan ini adalah sedekah kreatif versiku. Karena sedekah ngga melulu duit, bisa dengan apapun, kan?

Aku tulis 3 sedekah kreatif versiku, yyang benar aku sudah lakukan. Karena “kaburomaqtan ‘indallah man taquulu ma laa taf’alun..” — murka Allah bagi orang yang mengatakan apa yg tidak dia lakukan. Alias ndobos.

1. Beli sabun batang 1 biji dan taruh di WC umum yang ngga ada sabunnya

Hasil gambar untuk sabun batang

cr : @nationalgeographic

Sabun batang itu gaes, murah banget. Seribuan juga dapet! Nah kalau kita taruh di WC umum yang rata-rata ngga menyediakan sabun trus dipake banyak orang, berapa banyak pahala yang kita dapet? Bismillah, ya!

2. Ambil barang yang udah ngga dipake, trus taruh di depan rumah

Jangan lupa ditulis “barang ini sudah tidak kami pakai, silakan kalau mau diambil/dimanfaatkan.” Alhamdulillah, beberapa kali aku dan temen2 kontrakan ketika selesai beres2 nemu barang yang emang kita nggak pakai lagi trus kita taruh di luar garasi. Dan ternyata langsung ludes ngga sampai sehari! Seperti rak plastik, tempat makan entah punya siapa (dan bukan tupperwware wkwk), kertas bekas revisian/organisasi, sepatu kesempitan, dll.

3. Pinjamkan HP ke teman yang membutuhkan 

Hasil gambar untuk handphone

cr : batampos

Di dunia aktivis mahasiswa (setahuku di UGM sih, gatau kalau kampus lain) kami biasa minjemin  HP ke temen-temen  kami yang butuh HP. Bisa jadi HP dia rusak, hilang, dicopet, atau emang belum mampu beli HP. Alhamdulillah aku diberi keluasan rezeki, punya 3 HP. Yang satu cuma bisa buat sms/telp, yang dua basis android. Seringnya yang diputer ya 2 itu kecuali satu android aku pakai. Sebenarnya yg 1 punya temanku, cuma dia “masrahke” ke aku biar dipakai hahaha.

Tapi aku milih-milih juga kalau minjemin ke orang. Lebih seneng minjemin ke temen yang udah aku kenal, atau yang berkelakuan baik. Intinya aku ngga mau hp itu dipakai maksiyat sama dia, biar berkah dong. Ngahahahaa. Dan alhamdulillah, hp ku termanfaatkan, selama ini sudah sekitar 5 orang yang minjem dengan jangka waktu rata-rata 2 bulan.

Kenapa nggak dikasihkan aja, Fi? Wah, belum sampai tahap ini nih baiknya aku, emang. Soalnya kupikir, agar teman yang dipinjami itu lebih berhati-hati karena bawa barang orang. Dan juga, dia lebih berusaha (dgn cara halal) untuk dapat punya HP sendiri nantinya.

Gimana? Udah kreatif belum? Heheheee…

Superhome

Beberapa orang yang peka terhadap perubahan sikap dan raut wajahku bertanya, “Ada apa?”

Aku hanya tersenyum sinis, “Apa?”

Sebagai orang introvert  yang nasib malah punya muka ekspresif, orang-orang ini sebenernya merasa aku sedang ada “sesuatu” tetapi ya tahu juga kalau aku nggak akan sembarangan bilang kenapa.

Aku mau bilang aja di sini, 2 pekan ini, sampai sekarang, aku homesick. Udah sebulan ngga bisa pulang ke rumah. Hhh…. I miss my home, miss my mom, miss my dad.. keseringan ketemu adek2 daripada ketemu ortu malahan…

img-20170226-wa0010

home 🙂

Akhirnya kemarin minta adek yang lagi pulang buat fotoin rumah… ih, kangen.. pekan inilah pulang ya :”)