Langkah-Langkah April

challengeapril

“Aku ingin baca banyak buku.”

Kukatakan itu dengan penuh sesal. Sekalipun secangkir teh hijau sudah berhasil menghangati tenggorokan dan perut, rasanya bayangan buku-buku tak terselesaikan masih membeku di ingatanku.

Maret mengincarku tanpa ampun. Seperti bayangan, dia mengikutiku kemanapun aku pergi ketika cahaya menghambur. Lalu meninggalkanku sendirian dan sunyi ketika cahaya mengabur.

“Tanggal-tanggal di April sudah hampir penuh, aku tidak tahu kapan aku memiliki diriku sendiri.”

Satu-persatu angka dikelilingi tinta hitam dan sebuah keterangan. Aneh seperti polkadot yang berselang-seling. Ini tidak akan pernah selesai. Ini sebuah langkah, jangan-jangan.

Padahal Maret sudah berlalu, tetapi bayangannya masih terasa melingkupi. Jejak langkah yang kutinggalkan rasanya masih pelan-pelan menapaki April.

“Tidak. Aku cuma mau baca banyak buku,” sahutku sambil tersedu.