Menghadiahi Diri Sendiri

Benar, dalam ikatan ukhuwah, jika kita saling memberi hadiah, maka kita akan saling mencinta. 

Namun terkadang, kita perlu menghadiahi diri sendiri. Aku beberapa kali melakukannya. Sederhana saja. Kalau aku selesai satu naskah cerpen misal, aku akan makan indomie jumbo. Atau kalau aku bisa full ikut tantangan menulis, aku akan beli 1 novel. Hal itu biasa kulakukan, demi menjaga diriku sendiri.

Hari ini aku tidak punya achievement apapun. Tapi hari ini nyenengin! Capek, tapi seneng. Hahaha…

Akhir pekan lalu, aku memutuskan memberi hadiah buat aku sendiri. Kenapa? Karena aku bisa habisin sudah hampir 3 buku bulan ini. Yey!! 😍

Sebuah pencapaian kalau melihat kondisiku bulan lalu. Kacau, minim baca buku, stres berkelanjutan.

Daaan jreng jreng!! Barang ini sudah sampai di tanganku!! 

Huweee nangisss 😭😭😭 

Udah lama banget pengen grinder ini. Bukan apa-apa, biar nggak kecanduan ke kafe aja πŸ˜…πŸ˜…

Ada yang belum tahu apa ini? Ini penggiling biji kopi manual. Pakai kekuatan tangan, bukan mesin. Iya, aku suka banget sama kopi makanya grinder ini udah jadi list kebutuhan (bukan keinginan lagi ya) πŸ˜‚πŸ˜‚

Alhamdulillah kemarin memantapkan diri beli grinder ini. 

Selamat ya, Luthfi!!  πŸ˜˜