Hei, 2018! [7/30]

Sudah hari ke 7 di tahun 2018. Akhir tahun 2017 aku berencana ikut challenge 30 hari bercerita yang diadakan di Instagram. Tapi aku sudah gagal di hari pertama.

Hari pertama 2018, satu resolusi temanku ((CEO-ku di UGMSolidarity!! oke, mantan CEO. wqwq)) terpenuhi. Sungguh nganu sekali, pernikahannya benar-benar diadakan di tanggal 1 Januari 2018! Luar biasa…

Dan, sepertinya Allah langsung kasih aku ujian ((atau semacam peringatan?)) di malam harinya. Badanku demam tinggi, pusing luar biasa, dan seluruh tubuh kaku dan ngilu. Ya Allah… Ini kayaknya diingetin sebab malam tahun baru, aku bukannya muhasabah akhir tahun malah tidur gasik sama adek lanang di depan tipi. Pfft…

Seminggu ini aku flu, lumayan parah karena sudah dicekoki obatpun sampai sekarang aku masih terkapar kalau kebanyakan aktifitas. Sebenarnya batuk pileknya sudah berkurang banyak. Tinggal hilangin beberapa dahak yang bandel nyangkut-nyangkut ini. Tapi, ada satu masalah yang sepertinya harus aku bereskan. Sakit kepalaku enggak lekas sembuh. 

Bukan jenis sakit kepala yang seperti dicengkeram atau tegang, tapi seperti tiba-tiba kehilangan keseimbangan. Dan dunia kayak bergoyang-goyang. Enggak mungkin gara-gara aku kebanyakan dengerin lagu dangdut koplo kan?? Kan???? ((terbelalak))

Okay, duaribu delapanbelas. Aku punya goals apa ya tahun ini? Entah ya, tapi aku merasa tahun ini aku akan banyak melakukan keputusan besar. 

Ah tahun 2018 ini aku mau benar-benar meluangkan waktu buat menulis. Iya, aku malu mengaku, 2017 adalah titik terendahku untuk urusan itu. Mungkin karena aku baru setahun pertama bekerja? Jadi aku masih  jetlag dengan kondisiku saat itu. Sekarang aku mulai bisa membaca kondisi dan load kesibukanku. Semoga saja bukan cuma cuap-cuap omong kosongku, ya 🙂 

Banyak yang harus aku tata kembali di 2018. Karena jujur saja, 2017-ku nyaris seperti robot. Aku enggak punya jiwa di sana. Aku melewatkan banyak kesempatan. Ada yang hilang (meskipun aku mendapatkan hal yang sangat berharga), dan aku akan dapatkan lagi hal-hal yang kemarin hilang itu. 

Kuawali dengan 30 hari menulis cerita, bagaimana? Terlambat sepekan, tapi enggak masalah, kan? Warming up. Huff ! 🌤️

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s