Detoks Ponsel [13/30]

mobile-phone-samsung-music-39592

Aku pernah detoks ponsel.

Kira-kira dua tahun lalu, persis di awal tahun. Aku sedang menyelesaikan pengambilan data untuk skripsi. Menunda satu semester untuk mengerjakan skripsi adalah keputusan yang tidak main-main. Tetapi banyak hal berharga yang aku dapatkan terlepas dari terlambatnya aku daripada teman-temanku.

Proses pengambilan data sudah selesai. Aku hanya tinggal mengolah dan menuliskannya dalam bentuk draft skripsi. Nahas, tepat ketika hari aku harus kembali ke Jogja, aku ambruk. Gejala tipes dan vertigo rupanya berbangga hati bisa menumbangkanku. Aku harus bedrest selama 2 pekan di rumah.

Selama itu, aku hanya mengabari mentorku, dan teman kontrakanku kalau aku belum bisa kembali ke Jogja. Tidak ada yang tahu aku kenapa. Kebetulan paket dataku juga habis dan aku enggan beli lagi. Waktu itu aku berpikir, kenapa enggak sekalian aku detoks ponsel aja? Matikan ponsel, taruh dimanalah entah, lalu hidup secara alami tanpa bantuan ponsel sama sekali.

Aku berhasil, dan merasakan kualitas hidup yang sedemikian rupa menjadi meningkat. 

Ponsel cuma available untuk telepon dan sms. Dan itu menyenangkan! Maksudku, ayolah, seseorang yang rela menghabiskan pulsanya untuk menghubungimu tidak lewat media sosial, pastilah dia menganggapmu penting, kan? Hahaha. 

Dalam hati aku pengin melakukan hal itu lagi. Detoksifikasi internet dan media sosial. Menghindarkan diri dari hal-hal menyebalkan, informasi yang sedang ramai, membersihkan hati dari .. julid? Haha.

Lagian, siapa yang akan mencariku? 

3 thoughts on “Detoks Ponsel [13/30]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s