Sebuah Keluhan

Sudah lama aku enggak menulis. Mau dibilang malas, iya. Dibilang blocking, iya. Pokoknya aku sudah lama sekali enggak nulis. Dan itu membuatku sedikit merasa jadi pecundang. Huft.

Oh ya ini menulis fiksi ya, maksudku. Bukan curhatan semacam ini. Nulis puisi, prosa, cerpen, fanfiksi, fiksimini, dll. Kalau nulis semacam curhatan atau lintasan pikiran gini aku sering juga.

BNNS udah jalan bulan ini dan aku (dengan bodohnya) melewatkan pengumuman itu (lagi). Di satu sisi pengen nulis fiksi lagi, di sisi lain melihat realita bahwa mulai bulan ini aku pindah divisi dan tambah list job, itu berarti aku bakal serius banget bekerjanya selama 8 jam di ruangan (kayak yang kemarin enggak serius gitu yaaa). Dan itu juga berarti kadar kelelahanku semakin tinggi. Dan makin parah juga bengongku di depan laptop nanti.

Mencoba realistis tapi kayak kebanyakan alasan kan? LoL. Memang.

Terus aku kudu gimana?

2 thoughts on “Sebuah Keluhan

  1. deadyrizky says:

    dimulai dari menulis retjeh aja dulu
    yang penting konsistensi dalam menulis
    nanti semangatnya bisa muncul kembali kok

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s