Perihal Ruang Lingkup

Entah kenapa aku tertarik membahas soal ruang lingkup pertemanan ini setelah merasa geli (atau gerah?) dengan narasi orang-orang di media sosial (dan ternyata banyak sekali yang mengamini) bahwa semakin tua teman kita akan semakin sedikit dan cuma itu-itu saja.

Baiklah, sharing ini dari sudut pandangku saja. Mungkin hanya aku yang mengalami saja.

Aku setuju kalau, ya, semakin tua, teman-teman dekat kita untuk berbagi cerita dan kegilaan masa muda akan semakin sedikit. Bahkan aku juga merasa kalau setiap siklus dan fase kehidupanku, temanku akan berbeda. Hal ini sudah aku sadari sejak aku lulus sekolah menengah. Teman SMP (genk) yang akhirnya berbeda sekolah saat SMA, sudah enggak pernah berkontak lagi. Setelah lulus SMA pun, tidak banyak juga yang masih berhasil kontak-kontakan sebagaimana waktu sekolah. Continue reading