Menikmati Puisi (4/30)

Lagi rame di sosmed sebelah, perkara seorang aktris yang menulis puisi dan membukukannya. Laku keras pula.

Yah seperti biasa netyjenkuh, ada yang pro dan kontra. Yang kontra mempermasalahkan puisi yang menurut mereka, itu bukan sastra. Yang pro mendukung, puisi adalah ekspresi jiwa dan hak segala manusia.

Sebenernya sudah lama aku tahu si mbak ini suka menyelipkan puisi dalam caption foto instagramnya. Dia pakai hastag poempm. Kalau mau disebut puisi, aku juga enggak masalah. Toh memang puisi adalah hasil perenungan dan ekspresi jiwa masing-masing, kan?

Ketika ada puisi yang bermuatan sosial, aku juga suka. Berarti memang penyair tersebut concern sekali dengan lingkungan sosial di sekitarnya. Ada puisi tentang cinta, aku juga suka. Toh cinta adalah kata yang enggak pernah kehabisan cerita.

Enggak tahu kenapa, aku cukup lega waktu liat seliweran di timeline ada kata2 Pak Sapardi yg secara tidak langsung pro dengan puisi mbak ini. Hehehe. Pak Sapardi idolaa akuuu~

Jadi, jangan takut menulis dan berkarya (sembari ngaca duluu nih wkwk). Ya karena jujur aku deg2 an juga kalo dikritik waktu nulis fiksi 😂 Tapi dikuat-kuatin aja lah yaa, selama kritikan itu membangun, buatku nggak masalah. 😘

#30haribercerita #30HBC2004

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s