Ibu Kita Kartini [11/30]

pexels-photo-258291

Aku sudah pernah cerita kesukaanku mendengarkan musik. Sepertinya gen musik terbentuk juga di tubuhku. Simbah dan Abi, adalah 2 orang yang sangat mempengaruhiku bagaimana aku suka musik dan bisa menerima berbagai genre musik dalam kepalaku.

Tapi aku enggak pernah mengembangkan potensi itu. Jadi hanya sekedar hobi dan kesenangan semata saja. Padahal kalau ditekuni, suaraku lumayan bagus lhoo. Jaman SMP mapel musikku dapat A karena suaraku bagus dan cocok sama lagunya, kata guru musikku yang terkenal killer itu hehehe. Kalau sekarang? Yasudah jangan ditanya lah, penyanyi spesialis solo singer di kamar gini. Sekedar upload hasil cover-an saja aku enggak bakal berani hihihi.

Dan yah, kemampuan musikalku sekarang hanya mentok di aku bisa mengingat lirik dan nada dengan cepat dan komprehensif ((alamak bahasane…)).

Ngomong-omong soal nada, ada satu judul lagu yang bahkan sampai segede inipun aku tetep ingat nada doremi-nya. Ini karena Umi, dulu jadi guru KTK ((sumpah KTK, do you remember, guys?? Kerajinan Tangan dan Kesenian!)) sewaktu aku SD. Waktu itu praktek keseniannya main piano dengan lagu Ibu Kita Kartini. Disuruhlah menghafal nada doremi-nya sampai hapal baru praktek di piano.

Do re mi fa sol mi do

La do si la sol

Fa la sol fa mi do

Re fa mi re do

Fa mi fa la sol la sol mi do

Mi re mi fa sol mi

Fa mi fa la sol la sol mi do

Mi re fa si re do

Hehe. Masih hafal kan 😀 Ya tapi cuma itu aja yang masih aku hafal sampai sekarang. Lagian, ada ya dari kalian yang enggak hafal nada lagu Ibu Kita Kartini??

 

Hari ke 11 dari #30HariBercerita

Advertisements

Anxiety? Keep Calm, Sis!

jdevaun_snowflake_ykrjqwm

Anxiety merupakan bahasa ilmiah dari kecemasan. Kecemasan adalah suatu perasaan takut yang tidak menyenangkan yang disertai dengan meningkatnya ketegangan fisiologis. Dalam teori pembelajaran dianggap sebaga suatu dorongan yang menjadi perantara antara suatu situasi yag mengancam dan perilaku menghindar. Kecemasan dapat diukur denga self report, dengan mengukur ketegangan fisiologis, dengan mengamati perilaku yang tampak.         (http://www.psychologymania.net/2012/02/kecemasan-anxiety-pengertian-dan-ciri.html)

Setiap kita pasti pernah merasakan cemas. Kalau kata mba Radit di grup kemarin >> cemas cemas.. duh kapan jodoh g dateng ya.. duh kapan gw lulus ya.. duh kapan gw punya anak.. duuhhh... Bahahahaha XD [peace mba radit!]

Aku juga pernah. Cemas, takut, merasa ada ancaman. Beberapa kondisi dengan berbagai pemicu, sih. Cemas gimana kalau jadi pengangguran, takut ngga bisa mendidik anak, takut dijauhin tanpa alasan, dll.

Dan.. harus diselesaikan rasa cemas itu. Biasanya aku melakukan hal-hal ini:

1. Menepi, tarik dan hembuskan nafas pelan-pelan

2. Istighfar

3. Inget-inget selama ini Allah udah kasih banyak banget rezeki dan nikmat

Karena menurutku, rasa cemas berlebihan itu sebenernya nggak perlu. Ajaran ummi ku, “Udah jalanin aja, ngga perlu cemas dan takut, hidup itu seperti air mengalir.”

Salah satu ciri seorang muslim adalah tidak cemas dan takut akan masa depan. Ada Allah, selow aja 🙂

Keep Calm and live your life, Sist! 🙂