Menggenggam Kunang-kunang

Kunang-kunang enggan terbang. Mungkin dia pikir, percuma mengalahkan lampu yang lebih dulu gemerlap tanpa aba-aba. Kunang-kunang enggan berperang. Dengan cahaya yang tak seberapa, dia tahu akan kalah begitu saja. Tak dianggap, sekilas lalu, lalu hilang.

Ada yang termangu di tepi saung. Menanti merah senja perlahan menghitam. Ada gelombang sesak yang menunggu  waktu untuk menghantam sudut mata.

Dia ingin kunang-kunang. Dia lelah dengan gerlap cahaya lampu. Dia merindukan kesederhanaan.

Kunang-kunang beranjak terbang. Masih enggan. Namun dia harus. Sekalipun nyala lampu begitu mengganggu.

Langkah kaki menjauhi saung. Pelan, penuh dengan pikiran yang bingung. Dia melihat kunang-kunang. Lemah terbangnya, muram cahayanya. Kunang-kunang berhenti. Lalu menatapi dua bola mata kelam. Rautnya penuh ragu dan luka. Dia yang mendamba sederhana. Dia yang menginginkan kunang-kunang saja yang bercahaya. Lalu dia, dengan tangan kanan menggapai kunang-kunang. Hap!

Kunang-kunang terdiam, dia tergenggam. Ada yang mengharapkannya datang. Hatinya temaram. 

Advertisements

Sudah Juni

[no pic]

Well, lagi lagi aku harus nulis maaf di blog ini. Bener bener sebulan aku off dari nulis! Sigh. Menyebalkan. Aku sendiri sebal lihat blog terbengkalai. Tapi gimana? Ngatur waktu emang susah ya. Duh duh… ((eugh ini grup kopi ramai sekali, ngga bisa konsen nulis kan jadinya))

Sedikit menyesal juga. Kenapa kalau pas lagi shift di kedai nggak nulis? Ya karena nggak akan konsen sih. Gimanapun aku kalau nulis butuh waktu dan kesendirian *tsahh. Lha kalo di kedai? Yang ada berantem mulu sama yang lain. Kalo engga gara-gara rame pesenan, atau ntah cekcok apalah. Jadi mustahil konsen di depan laptop hahaha.

Baiklah, Juni sudah datang. Dan semua orang bilang Hujan Bulan Juni tak hanya ada di puisi Sapardi. Apalagi? Skripsiku juga belum kelar, padahal ditarget sama dosen….. ah gitulah pokoknya. Iya bakal aku kerjain, kok. Jadi fokus Ramadhan taun ini juga kelarin skripsi. Ahey! Bismillah… Pokoknya kalau ke kedai siap siap ngerjain skripsi juga. Apalagi kalo ada wifi pasti asik yah. *ditampol bos*

Lalu?

Ramadhan nanti bakal fokus skripsi. It’s a must. Tapi aku tetep akan usahakan blogging. Pulang ke rumah keduaku. Iya aku tau nggak ada yang bakal nanyain juga “Kok lama gak posting, Fi?” Elah ngarep banget sih ada yang nanya begitu.

But, I’ve said that : menulis itu menenangkan. Bagaimana bisa, kamu memuntahkan ide yang liar tumbuh di otak? Jelas, menuliskannya, kan?

Sekarang, aku beritahu satu hal. Menulis itu terkadang menyebalkan. Lho? Kok bisa? Tunggu saja. Postinganku selanjutnya.

==========================================

ps : Ost membikin tulisan ini adalah The Script – Nothing

 

 

Mengisi Kekosongan

Rencananya emang mau kuliah doang trus pergi ke pendadarannya Nungs. Trus pergi main. Tapi kuliahnya kosong. Nggak bawa laptop itu sebuah….kesalahan karena naskah masih kurang beberapa halaman. Duhh.

Ngikut Fanfic nya AADC ama fanfic giveaway Potret nya Kak Tia. Tapi ya itu. Masih mentah semua. Sementara detik terus bergulir dan akhir April adalah deadline pribadi buat olahan data skripsi.
Continue reading

Where are we?

image

Malam ini sebenernya aku sudah lelah. Lumayan sih, ngurus ini itu plus masih kuliah yang bikin badan kurus :v Tapi lebih ke otak, lelah fikiran. Pun dengan teman sekamar yang tiba² sudah terkapar (ketiduran) waktu lagi ngecek². Lembaran kertas di kiri, handphone di kanan.
Tapu tetiba pengen mengingatkan diri sendiri, dan tentunya pembaca blog yang setia menanti tulisanku (*kepedean). Continue reading

Pergi

Apa maumu?

Seenaknya saja merasuki mimpiku. Membuat rautku pucat tiap kali berpapasan denganmu. Menghasilkan gempa pribadi yang tak kalah hebat jika tanpa sengaja melihatmu.

Apa maumu?

Lalu seenaknya saja kau pergi tanpa permisi. Sesukanya kau menghilang tanpa bayang. Semudah itu kau tak peduli lagi.

Lalu apa salahmu?

Tak ada yang salah denganmu. Cuma aku yang terlalu buru-buru. Anggap sajalah semua itu angin lalu.

Ah ya. Maaf aku tak pernah benar benar mengenalmu. Pun kamu, benar benar tak pernah mengenalku.

penghujung malam,
diantara tumpukan laporan,

untitled010114

sejujurnya aku ngga tau mau ngasih judul apa buat tulisan ini. daripada kosong yaudah aku judulin tuh untitled010114. kenapa? gatau orang lagi bingung gini kok.

oya udah sebulan hasrat menulisku kabur. bukan kabur sih, cuma hasrat yang lain (?) aja yang sedang lebih mendominasi gitu. sebulan. iya sebulan. lama banget ya. sedih loh kalo pas iseng buka blog gitu dan kosong kosong aja. aaiiih rasanya menduakan kekasih hatiku yang satu ini. fyuh.

dan postingannya Wardah di postingan ini , bener bener menohok. aku setuju nyaris sama semua kata katanya. eugh.

sebulan kemarin aku ngapain aja sih sampai nggak nyempetin buat posting? duh maaf banget ya Wp-ku 😦

BPMPA JS, pemira ugm, musyak JS, muktamar KMT,  kamu, dll

duh makin sedih deh.. project nulis juga tertunda jadinya, bikin bukunya juga jadi tertunda, argh! #frustasi

seneng nya, udah kelar baca Inferno-nya Dan Brown. Sumpah keren abiiisssss (y) (y) (y)

oya, goal goodreads ku tahun 2013 tercapai sih Alhamdulillah. 15 buku 😀 walaupun nyaris 50% nya novel, tapi kelar deh 15 buku beneraaaan 😀

Inferno, Isti’ab, Taqwim Da’awy, Ayahku (bukan) Pembohong, Bukan Testimoni Susno, Sepotong Hati yang Baru, Negeri Diujung Tanduk, Notasi, Divortiare, Twivortiare, Antologi Rasa, A Very Yuppy Wedding, Daun yang Jatuh tak Pernah Membenci Angin, Republik Jancukers, Amba.

taun 2014 goal nya 20 buku deh 🙂 *nambah 5 doang sih tapi gapapa yg penting progresif hehehe* plus semoga 2014 udah punya buku karya sendiri 🙂

itu doang buat 2014 ? ngga dong, masih banyak ini target nya *lambai2 kertas* hohohohooo.