Sesuatu yang Baru

Aku serius, ketika menulis dalam postingan ini bahwa aku akan melakukan keputusan besar di bulan Agustus. Yaaah dan begitulah sebenarnya bahwa aku memang sedang menuju hal itu.

Pernikahan.

Bagiku pernikahan bukan hal yang sederhana, bukan hal yang-yaudah-jalani-aja-udah-waktunya. Maklum sih, usia segini (hampir 25 tahun) dan belum menikah di saat bahkan adek-adek kelas udah menikah punya anak- pasti banyak pertanyaan dari ortu dan lingkungan.

Apakah aku menikah di usia ideal? Sejujurnya aku nggak tau apakah benar ada ‘usia ideal’ itu? ๐Ÿ˜€ Aku cuma percaya aja Allah akan kasih aku jodoh ya ketika aku sudah siap. Siap menerima semuanya, sudah memaafkan masa lalu, dan siap secara fisik dan batin. Ketika di usia ini ternyata dia dihadirkan sama Allah? Bismillah aja, yakin kalau tangan Allah ada di semua kejadian ini. Continue reading

Advertisements

Menerima Diri

Kedengarannya mudah, tapi sulit. Seberapa besar sih, penerimaan diri kita? Aku juga sadar, akupun masih banyak PR untuk frasa satu ini. Jadinya ya, masihlah aku sering ngedumel, menyesal, iri, enggak pede, ngerasa susah, marah sama diri sendiri, kesel kayak nggak berguna, dll.

Jangan-jangan kamu juga ngerasa gitu? Hahaha.

Soal menerima diri sendiri ini memang susah-susah gampang. Banyak susahnya weee :p Nggak, ding. Bisa kok bisaa. Aku juga lagi latihan.

Yang paling penting itu adalah kita tau siapa diri kita. Siapa kamu? Darimana asalmu? Apa kesukaanmu? Kalau bangun tidur apa yang kamu pikirkan?

Kamu tau ngga, kalau bangun tidur aku kepikiran apa? Jawabannya ada di kata pertama :”    ((hakkdessshh, petrus kaak jankador sihombing!!))

Banyak hal yang bisa kita lakukan sih untuk mengenal lebih, ‘siapa’ diri kita ini. Bisa tanya-tanya ke temen deket, ikut tes-tes kepribadian (yah walopun ngga 100% valid tapi menurutku itu membantu menyadarkan kita wkwk), atau random tanya ke stranger yang baru kita kenal. Tapi tolong jangan SKSD :v

Kalo di Jawa, ada frase “nrimo ing pandum”. Menerima segala pemberian dari Gusti Allah tanpa iri dan pengen ini itu yang enggak bisa kita raih. Bukannya pasrah-pasrah aja tapi pasrah dengan segala ketetapan-Nya. Kalau dihubungin sama tawakal, takdir, qodo dan qodar, nah ada itu hubungannya. Manusia wajib merencanakan dan berusaha, Allah yang nantinya menetapkan. Manusia diwajibkan berusaha semaksimal mungkin, dengan penerimaan yang semaksimal mungkin pula. Sehingga kalau tidak sesuai yang diharapkan , manusia akan selalu ingat bahwa Allah menyiapkan dia untuk berhasil di bidang yang lain.

Beuh berat yak bahasannya ๐Ÿ˜‚

Apa yang kita inginkan, mungkin sebenarnya bukan yg kita butuhkan. Dulu pengen banget tuh aku kuliah di Itebeh. Eh sekarang ngga bisa muvon dari Jogja. Disuruh lama lama di Jogja ternyata sama Allah. Keren ya rencana-Nya itu ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜Ž

Menerima diri sendiri berarti menerima masukan, saran dan kritik orang lain. Kecuali bad words atau toxic words yang musti dibasmi dari kehidupan, kita bisa menyerap saran dan kritik orang lain. Supaya apa? Ya supaya kita bisa bertumbuh dengan baik. Supaya kita bisa mendewasa dengan lingkungan kita. Enggak gampang tersinggung, enggak anti kritik.

Semangat memperbaiki diri itu harus selalu ada. Entah ketika sendiri maupun berdua atau sama temen-temen yang banyak. Hehehe. Ya kalau bukan kita sendiri yang berubah, gimana nasib kita bakal berubah kan, yaaa (inget QS Ar-Ra’d ayat 11) ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š
Jogja (udah ngga terlalu dingin)

09-08-18

Agustus 2018

Halo Agustus! Berteman, yuk! Bulan ini aku banyak melakukan keputusan besar. Dan berlaku seumur hidup! 

Ohya bulan Juli kemarin pun juga begitu. Melakukan keputusan besar yang berlaku seumur hidup pula. Ah benar, di awal tahun aku hanya merasa aku akan melakukan hal hal yang besar bagi hidupku. Hal yang berharga dan aku merasa akan mengubah sedikit banyak kehidupanku.

FIM 20 JOSS

FORUM INDONESIA MUDA 20

Iya! Aku ikut pelatihan FIM yang keanggotaannya seumur hidup! Menemukan keluarga baru, temanยฒ baru, inspirasi baru, semangat baru, dll! Bahagia dan seharusnya aku memanfaatkan kesempatan ini dgn baik, kan? ๐Ÿ˜‰ 

Agustus sudah datang. Semoga semuanya berjalan lancar. Degยฒ an? Pasti. Haha. Keputusan besar yang akan mengubah hampir seluruh pola hidupku ((yg selama ini berantakan)) ๐Ÿ™ˆ

Bismillah !!

July’s Crowd

Juli akan menjadi bulan yang sangat sibuk. Beberapa kegiatan di tengah Juli menyita berikut dengan pekerjaan2 sebelum hari H. Belum lagi persiapan beberapa event di akhir Juli dan Agustus. Ngelist daftarnya aja udah pengen nangis, Gusti…

Perihal kesibukan seharusnya sudah biasa. Yang membuat enggak biasa adalah cara orang-orang di dalamnya menghadapi. Berkomunikasi dengan kekuatan2 besar. Berjuang ngalahin ego diri sendiri, sabar ngadepin segala sesuatu ini.

Semoga ya, semoga. Semoga tetep bisa kalem walau porak poranda huhuhu.

๐Ÿ˜‰

Detoks Ponsel [13/30]

mobile-phone-samsung-music-39592

Aku pernah detoks ponsel.

Kira-kira dua tahun lalu, persis di awal tahun. Aku sedang menyelesaikan pengambilan data untuk skripsi. Menunda satu semester untuk mengerjakan skripsi adalah keputusan yang tidak main-main. Tetapi banyak hal berharga yang aku dapatkan terlepas dari terlambatnya aku daripada teman-temanku.

Proses pengambilan data sudah selesai. Aku hanya tinggal mengolah dan menuliskannya dalam bentuk draft skripsi. Nahas, tepat ketika hari aku harus kembali ke Jogja, aku ambruk. Gejala tipes dan vertigo rupanya berbangga hati bisa menumbangkanku. Aku harus bedrest selama 2 pekan di rumah.

Selama itu, aku hanya mengabari mentorku, dan teman kontrakanku kalau aku belum bisa kembali ke Jogja. Tidak ada yang tahu aku kenapa. Kebetulan paket dataku juga habis dan aku enggan beli lagi. Waktu itu aku berpikir, kenapa enggak sekalian aku detoks ponsel aja? Matikan ponsel, taruh dimanalah entah, lalu hidup secara alami tanpa bantuan ponsel sama sekali.

Aku berhasil, dan merasakan kualitas hidup yang sedemikian rupa menjadi meningkat. 

Ponsel cuma available untuk telepon dan sms. Dan itu menyenangkan! Maksudku, ayolah, seseorang yang rela menghabiskan pulsanya untuk menghubungimu tidak lewat media sosial, pastilah dia menganggapmu penting, kan? Hahaha. 

Dalam hati aku pengin melakukan hal itu lagi. Detoksifikasi internet dan media sosial. Menghindarkan diri dari hal-hal menyebalkan, informasi yang sedang ramai, membersihkan hati dari .. julid? Haha.

Lagian, siapa yang akan mencariku? 

Lokasi Baru [10/30]

pexels-photo-140945

New year is a new workspace, for me. Per Januari 2018 ini meja kerjaku pindah ke lantai 1. Yah, jobku yang sedikit bergeser dari tahun lalu membuat workspaceku juga bergeser. 

Tempat baru, teman baru, kondisi yang sama sekali baru. Biarpun satu gedung, kebiasaan dan lingkungan kerja di lt 1 dan lt 2 pun berbeda. Kalau di lt 2 cenderung hening dan sibuk dengan kerjaan masing-masing meskipun kadang masih ngobrol, di lt 1 cenderung ramai dan sering banget ngobrol. Mulai urusan kerjaan sampai drama korea juga dibahas. 

Aku terbiasa kerja di kondisi yang hening. Setidaknya hening dari suara manusia. Kadang cuma suara musik, atau murottal,  atau malah tanpa suara. Jadi sekarang harus membiasakan diri untuk fokus di lingkungan hingar bingar obrolan ini. 

Ya karena tipe orangnya sudah berbeda, jadi sangat wajar, kan? 

Semoga aku bisa melewati masa adaptasi dengan baik. Lalu bisa menjalankan target-target 2018 dengan maksimal. Tidak lupa juga, hal-hal menyenangkan semacam ngeblog ini jangan sampai terlupakan lagi. Hehe. 

Hei, 2018! [7/30]

Sudah hari ke 7 di tahun 2018. Akhir tahun 2017 aku berencana ikut challenge 30 hari bercerita yang diadakan di Instagram. Tapi aku sudah gagal di hari pertama.

Hari pertama 2018, satu resolusi temanku ((CEO-ku di UGMSolidarity!! oke, mantan CEO. wqwq)) terpenuhi. Sungguh nganu sekali, pernikahannya benar-benar diadakan di tanggal 1 Januari 2018! Luar biasa…

Dan, sepertinya Allah langsung kasih aku ujian ((atau semacam peringatan?)) di malam harinya. Badanku demam tinggi, pusing luar biasa, dan seluruh tubuh kaku dan ngilu. Ya Allah… Ini kayaknya diingetin sebab malam tahun baru, aku bukannya muhasabah akhir tahun malah tidur gasik sama adek lanang di depan tipi. Pfft…

Seminggu ini aku flu, lumayan parah karena sudah dicekoki obatpun sampai sekarang aku masih terkapar kalau kebanyakan aktifitas. Sebenarnya batuk pileknya sudah berkurang banyak. Tinggal hilangin beberapa dahak yang bandel nyangkut-nyangkut ini. Tapi, ada satu masalah yang sepertinya harus aku bereskan. Sakit kepalaku enggak lekas sembuh. 

Bukan jenis sakit kepala yang seperti dicengkeram atau tegang, tapi seperti tiba-tiba kehilangan keseimbangan. Dan dunia kayak bergoyang-goyang. Enggak mungkin gara-gara aku kebanyakan dengerin lagu dangdut koplo kan?? Kan???? ((terbelalak))

Okay, duaribu delapanbelas. Aku punya goals apa ya tahun ini? Entah ya, tapi aku merasa tahun ini aku akan banyak melakukan keputusan besar. 

Ah tahun 2018 ini aku mau benar-benar meluangkan waktu buat menulis. Iya, aku malu mengaku, 2017 adalah titik terendahku untuk urusan itu. Mungkin karena aku baru setahun pertama bekerja? Jadi aku masih  jetlag dengan kondisiku saat itu. Sekarang aku mulai bisa membaca kondisi dan load kesibukanku. Semoga saja bukan cuma cuap-cuap omong kosongku, ya ๐Ÿ™‚ 

Banyak yang harus aku tata kembali di 2018. Karena jujur saja, 2017-ku nyaris seperti robot. Aku enggak punya jiwa di sana. Aku melewatkan banyak kesempatan. Ada yang hilang (meskipun aku mendapatkan hal yang sangat berharga), dan aku akan dapatkan lagi hal-hal yang kemarin hilang itu. 

Kuawali dengan 30 hari menulis cerita, bagaimana? Terlambat sepekan, tapi enggak masalah, kan? Warming up. Huff ! ๐ŸŒค๏ธ