Beneran Touring!!

Masih kerasaaa euforianyaa, deg-degannya, senengnya, hore-horenyaa touring perdana aku kali ini. Berawal dari masmas ganteng nan berbrewok yang tidak lain dan tidak bukan adalah suami saya sendiri. Dia tiba-tiba ngajakin acara touringnya Masjid Jogokariyan. Namanya Jogja Hijrah Bikers. Tujuan ke Pesantren Masyarakat Merapi Merbabu (PM3). Ya aku jelas mau, lah! Kesempatanku kapan lagi touring ulala begitu sama suami dan komunitas yang kece uhuy (ada Tadz Salim pula yekan).

Sehari sebelum berangkat udah ngeriwehin dah hahahaaa. Mulai dari air minum, bekal bensin seliter, snack, sepatu, pakaian yang dipakai, sampe tisu basah-pun :))

ahseyk~

Sabtu pagi (10-11-18) kami udah di Masjid Jogokariyan sebagai lokasi berangkat. Baru jam 7.30 tapi udah ramai orang. Briefing dan penataan emang dimulainya jam segitu sih. Nampak pula ustadz Salim A Fillah dalam balutan kaos rider, celana jins, dan sneakers gaul. Ampe bengong aku ga percayanya aku kalo itu ustadz Salim wkwk. Kirain bojoku salaman sama siapa kok yg disalamin nanya “Wah bulan madunya touring, nih?” Jebule ustadz Salim to wkwkwk.

Nahini ..

sama lakonnya~

Setelah dimulai dengan doa bersama ust Salim, rombongan bergerak beriringan, diiringi sama Voorijder. Dan baru kali ini aku naik motor diiringi patwal lengkap dengan uwiuwiuwiuu-nya hahahaayy. Daan, menyenangkan sekali duduk di boncengan sambil merekam ini itu. Melihat barisan yang seegitu panjang dan banyaknya, melihat bermacam-macam motor. Gak peduli moge, bison, vixion, motor bebek, beat sampai honda astrea 90’an juga ada. Subhanallah. Aku sama suami naik supra x 125 kecintaan suami yang sangat dia banggakan.

Menjelang dzuhur sampailah kami di PM3. Alhamdulillaah perjalanan lancar tanpa hambatan. Disuguhi pemandangan apik merapi merbabu yang kebetulan agak tertutup kabut, dan juga teh panas dan gorengan. Sambil melepas lelah kami saling menyapa dan mengobrol singkat.

Akupun mau tidak mau, terjebak di ruang nostalgia pada masa 2012 dimana aku dan teman-teman kampus pernah mengadakan Kuliah Kerja Dakwah alias KKD di tempat ini pula. Rasanya haruuu banget bisa balik ke sini lagi. Windusajan, Wonolelo, Batur, Gerimis, KKD. Seperti bianglala, kenangan itu berputar di otakku. Kangen anak-anak Gerimis kan jadinya.. Untung banget suami anak Gerimis juga yekan (apaaa hubungannyaaa, markonaaah).

uwuwuwuu

Dzuhur berkumandang, para lelaki sholat di Masjid dan para hijabers sholat di aula. Alhamdulillah selesai sholat langsung dihadapkan pada kudapan enak dan bergizi. Selepas itu acara dilanjutkan dengan kalimat2 dari pembina PM3 dan tak lupa pula materi yang dinanti dari ust Salim tentang Hijrah.

Modal orang hijrah (ringkasan singkat dari tausiyah ust Salim):

  1. Ikhlas meninggalkan sesuatu yang bersifat duniawi karena Allah. Menuju Allah.
  2. Tawakkal, bersandar pd Allah. cth : Abdurrahman bin Auf ketika hijrah ke Madinah
  3. Ta’allum, mau terus belajar
  4. Tawadhu’, tetap merasa rendah hati

Sekitar pukul 14.00 kami turun ke Jogja dengan kondisi hujan deras dari atas dan jarak pandang cuma sekitar 2m. Gusti Alhamdulillah diparingi selameeett :””)

Lelahnya baru kerasa pas udah di rumah. Senengnya masih kerasa sampe sekarang. Seneng bisa touring sama komunitas yang cocok di hati. Kalo kemaren ada yang komen gini “Agendanya ngapain mbak touring sampe sana? Gitu doang?” –ya terus mau ngapain dong, Gabriela? Salto-salto ke arah Merapi? Foto alay sampek batre lobet? Yakan ngga gitu~ It’s alla about feeling~ Ah kamu~

Jadi, kapan kemana kita touring lagi, Swam??

Gini.. Itu..

boot x boot

Tumbuh

IMG_20171020_095845

Tidak wangi seperti mawar, tidak cantik seperti bunga matahari. Hanya beberapa orang yang menyadari indahmu, lalu mengabadikannya.

IMG_20171020_102627

Terus bertumbuh dan berharap, agar suatu saat langit berkenan. Selalu.

Pingsan di Stasiun

image

Pernah masuk posko kesehatan di stasiun kereta api?
Posko macam ini bakal rame kalau lagi musim mudik (kayaknya). Banyaknya penumpang bakal bikin sumpek dan uyel uyelan. Itu sih yg biasa ku liat di tivi. Hhe

Hari ini aku coba masuk ke ruang kesehatannya. Aku berencana naik kereta api Prameks ke Jogja 12:18 ini. Tapi sejak sejam yang lalu, tiba2 aku merasa mual dan pusing. Efek naik bis 1.5 jam -yang kebut kebutan- sejak dari rumah ke stasiun, mungkin. Hooo malah teler di stasiun. Daripada aku pingsan di stasiun, kan nggak asik banget yah. Mendingan menyeret diri yang sedang teler ini ke posko kesehatannya.

Continue reading

Pengelolaan Pulau Pagang

Pada pertemuan lalu, kami mempelajari bagaimana kondisi pulau-pulau kecil di Indonesia. Sesudah memahami dan menganalisis urgensinya, kami membahas bagaimana pengelolaan yang baik untuk pulau-pulau kecil yang tersebar di seluruh Indonesia.

Pada postingan ini saya justru tertarik membahas salah satu pulau kecil yang sangat menarik dan menjadi incaran para investor. Apakah itu?

Pulau Pagang

Pulau Pagang secara administrasi masuk dalam Nagari Sungai Pinang Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, dengan posisi geografis pulau terletak pada koordinat 01°09’34” LS dan 100°20’55” BT. Pulau ini memiliki keliling pulau 2,47 km2. Continue reading

Ekosistem dan Sumber Daya Pesisir

Di beberapa postingan sebelum ini, saya sudah menjelaskan betapa Indonesia sangat panjang garis pantainya. Sebagai negara kepulauan, maka jelaslah jika garis pantainya pun sangat panjang. Sepanjang 95.181 km ! Waw.

Pernah ke pantai dong pasti? Apa saja yang bakal anda lihat di pantai?

Ombak? Yes! Terumbu Karang? Yap! Ikan? Yups! Mangrove? Benar! Ubur-ubur! Iyadeh bener juga.

Apalagi?

Nah, saya akan mengulas beberapa hal mengenai ekosistem dan sumberdaya pesisir nih sekarang. Continue reading

Eksotisme Bentang Alam Pantai Sundak

sundak

Tak usah jauh-jauh! Sekarang saya ajak anda untuk menikmati indahnya Pantai Sundak. Pantai ini berada di Desa Sidoharjo, Kecamatan Tepus, Gunung Kidul. Untuk mencapai lokasi tersebut, dibutuhkan waktu kurang lebih 2 jam dari Kota Yogya. Anda bisa melalui Wonosari dan menuju Tepus, Gunung Kidul. Terakhir saya ke sana, waktu saya masih SMA. Hehehe…

Bagaimana karakteristik Pantai Sundak?
Continue reading

Pelangi ^^

Sore ini aku melihat pelangi. Indah sekali. Aku melihatnya ketika semburatnya perlahan datang. Menghiasi langit senja yang gerimisnya masih menitik. Sengaja aku memperlambat laju motorku, dan menghentikannya di tepi jalan. Aku ingin melihatnya, menuju warna yang sempurna, lalu menghilang terbiaskan.

Detik demi detik berlalu, dan.. voila!  Sempurnalah warna pelangi. Aku saking senangnya sampai tertawa tertahan dan mengambil gambar pelangi indah itu. Saking jelasnya, aku sampai bisa menghitung warna yang nampak. Continue reading

Bertemu Fajar Merah

image

Beruntung aku semalam. Aku diberi kesempatan untuk bertemu dan mendengarkan lagu Fajar Merah. Acara tadi malam bertajuk “Sayap Sayap Kata”. Terimakasih panitia Bulan Bahasa 2014 KMSI UGM 🙂

Belum kenal Fajar Merah? Dia adalah putra bungsu dari Wiji Thukul. Belum kenal Wiji Thukul? Haduh kemana saja kamu -_- Wiji Thukul adalah seorang penyair, yang hilang akibat keganasan rezim orba setelah 27 Juli 1996. Sampai sekarang setelah belasan tahun, belum diketemukan juga.

Fajar Merah, tadi malam membawakan beberapa lagu hanya dengan iringan petikan gitar, yang sayangnya aku belum tau apa judulnya. Tapi liriknya benar-benar dalam. Aku sampai terhanyut lho. Nyastra banget e. Lagu terakhir yang dia bawakan berjudul Bunga dan Tembok. Lagu ini dia musikalisasi dari puisi Ayahnya, Wiji Thukul.

Great times 🙂 bertemu seorang musisi sekaligus putra dari orang yang melegenda di negeri ini. Big thanks buat Jundi, mau nemenin aku tadi malam. Hehehee 🙂

Siang ini dan Liebster Award

liebster-award

Kuliah jam ke 6 sudah dimulai 10 menit yang lalu. Aku masih ngejogrok disini. Di sebuah ruang kuliah yang kosong setelah aku selesai kuliah jam ke 5. Entah apa yang bikin aku suuupeeeer mager. Ngebayangin bentuknya ruang kuliah Surhid yang bisa dipastikan aku nggak dapet tempat duduk karena kursinya dikit tuh aaaaaaaah~~~ Sekali ini doong boleh yaah saya nggak masuk :3 heheheee *salim Abi Umi*

Kebetulan beberapa waktu lalu dapet kado iseng dari mbak Dhita, suer iseng banget. Namanya Liebster Award. Makasih ya mbak *cium* . Semacam kuis dari pemberi award dan kita musti nerusin ke orang lain gitu 😀 Dan maaf lho mbak baru sempet nulisin soalnya aku sibuk *pret* :p Bilang aja bingung mau jawab kuis nya hahahaaa 😀 Yang mau kenalan sama mbak Dhita bisa nih kepoin aja ampe abiiiis di blog nya Ruang Cahaya . Tulisannya kece loh sodara-sodara. Sarat makna, nggak kaya blogku yang awut-awutan ini hahahahaaa. Alah biarpun awut awutan masih suka baca kaan ngaku aja gpp looh 🙂 🙂

Jadi langsung aja gaes kita kemon~

Apa itu Liebster Award?

Liebster Award sendiri bertujuan untuk menjalin keakraban sesama komunitas blogger. Penghargaan ini didedikasikan kepada blog-blog yang mendukung blogger baru dengan harapan mendapatkan wawasan ke dalam komunitas blogging.
Continue reading

Lelaki Pertama

Abi.
Begitu aku memanggilnya. Lelaki pertama yang aku cintai. Lelaki pertama yang menyentuhku dan menyuarakan adzan serta iqomah untukku (Soalnya bidannya ibu ibu). Lelaki pertama yang aku kagumi, aku segani, sekaligus aku sayangi.

Lelaki pertama yang mengajariku banyak hal. Abi tak pernah seujung kuku pun memperlakukanku dengan kasar. Lelaki yang menyayangi seluruh anggota keluarganya dengan keadilan, semua tak mesti sama bukan? Lelaki yang sangat melek politik, memahami agama, demokratis untuk semua hal, moderat dalam berbagai urusan. Lelaki yang begitu memukauku. Bahkan, jika tiba saatnya nanti, bolehkah aku mencari lelaki sepertimu, Abi?

——-

Tulisan ini diikutkan dalam program #SehariMenuliSatu #TemaDay11 radio Swaragama FM @swaragamafm