Ajari Aku Cinta

Aku baru saja menjejakkan kaki ke lantai yang masih sangat dingin itu. Aku merapatkan jaketku, menghalau dinginnya udara sehabis hujan deras semalaman. Suasana mustek masih sepi. Aku awalnya tak berencana ke sini. Ah tapi entahlah, tiba tiba aku sudah berada di pelatarannya. Entah apa yang membuatku melangkah ke bangunan yang terlalu besar untuk disebut musholla ini. Sering tiba-tiba ada kekuatan yang membuatku lupa tujuan ke kampus. Bukannya ke kelas malah ke mustek.

mustek kala itu

Baru saja aku tersenyum karena merasa paling awal menapakkan kaki di mustek pagi ini, tiba tiba seseorang menepuk pundakku,
“Mas, tumben pagi-pagi sudah datang. Kuliah pagi ya,Mas?” Ternyata sudah ada yang lebih dulu datang dari aku.
“Oalah, Mbah Djiman… Ndak kok mbah. Cuma kangen mustek aja hehehe,” Jawabku sekenanya. Memang tanpa alasan aku datang. Apa semua harus butuh alasan?
“Wah lha kok apik tenan ,Mas iki alesane hahaha,” aku nyengir. Apalagi melihat deretan gigi beliau yang beberapa sudah tanggal. Nggemesin tapi kasihan. Continue reading

Advertisements