I’m Home :D

betterwordforlife.blogspot.com

So? ALhamdulillah.. Buka puasa di rumah juga akhirnya 🙂

Sudah pengeeen banget pulang dan akhirnya pulang juga walau sebentar. Ternyata adek harus ke sekolah awal juli buat jadi panitia MOS (Masa Orientasi Sekolah). Dan beberapa barang yang dia minta dibelikan di Jogja harus segera aku kasih.

Sampai rumah tadi pagi sih jam 9 an.

Abi: Loh mbak, udah pulang?

Aku: Iya Bi, lha Ully katanya awal Juli ke asrama.

Abi: Lha kamu sampai kapan di rumah?

Aku: Besok juga udah ke Jogja lagi, Bi. Kerjaan belum selesai soalnya.

Abi: Halaaah gek ngopo bali gur sedino tok

Ampuun >…<

Asal pulang deh walau cuma bentar udah seneng banget. Rumah. Rumah. Rumah. Uuuuu udah deh kalo pulang lupa semua hal yang di Jogja. Mau ujian kek, kuliah, kerjaan, juga lupa semua. It’s time for family, dude! 😀

~di rumah

Advertisements

[#JombloTraveller] Siap-siap, Yuk!

#4

Tep!

Jia menepuk pundakku, “Keliatan buru-buru banget lo, Ra! Mau ngapain, sih? Buka puasa juga masih tiga jam lagi kali?!”

Aku terpaksa menghentikan kesibukanku menata naskah baru yang sudah aku coret sana-sini. Butuh konsentrasi ekstra melakukan pekerjaan ini. Bahkan aku harus mengabaikan orang yang mengajakku ngobrol ketika aku sedang sibuk atau dikejar deadline dari kepala editor.

“Aku mau pulang cepet, Jia. Janjian sama temen kos buat ngaji di masjid-“

“Al Huda?” potong Jia cepat. Aku tertawa.

“Bukan wey, masjid lain ini. Aku mau keliling gitu ikut pengajian. Lumayan kan, ntar mungkin dapet makan buka gratis.” Jawabku sambil mengerling Jia.

“Ciiieeee, jomblowati kita muv ooon jadi sholihah nih, Er!” Eri yang sedang mendesain sampul buku mendongak menonton kami. Continue reading

Nihil [#NulisRandom2015]

TTH saya kumat. Dan itu cukup membuat saya kehilangan semua kata² untuk saya teriakkan di blog ini. Terlebih mengenai kelanjutan tulisan saya di #JombloTraveller. Dan nihil, sampai semalam ini otak mampat. TTH benar² berhasil meniadakan ide sekaligus kemampuan saya menulis di depan laptop kemudian mempostingnya.

Baiklah. Saya kena hukuman. Besok saya bayar deh :/ Maaf Mas eja dan Mba radit (._.)

Sekarang gimana? Ini masih ada jejak² TTH yang tertinggal. Mungkin kepala (dan jiwa) saya butuh ketenangan sejenak.

#NulisRandom2015
#day21

[#JombloTraveller] Puasa Pertama

pict from sawitbiz.com

pict from sawitbiz.com

#2

Hari ini puasa Ramadhan hari pertama. Entah kenapa, rasanya waktu berjalan dengan lambat. Perasaanku apa emang iya, matahari di kos lama sekali tenggelamnya. Aku bukan tipe orang yang ngeliatin jam terus menerus di depan makanan atau televisi nih,ya. Tapi rasanya kok sepi ngeliat es buah, bakwan, dan nasi pecel di depan mata. Jadi inget keluarga di rumah, kan. Aduuh…

Aku meraih hp dan membuka grup WA keluarga. Nah kan, si mas ganteng sudah posting menu buka puasa di rumah. Haduh, makin makin deh ya. Tapi apalah daya, kerjaan di kantor nggak bisa ditinggalin. Bisa marah itu kakak-kakak senior dan partner-parter.

Lira Arimbi – Harus banget difoto gitu mas, menunya?

Mas ku ganteng – Harus Lir, biar kamu kepengen :p

Bapak sayang – Lira kapan pulang? #jleb Continue reading

Main Ke #Kekopikinian

#kekopikinian @ FIB UGM

#kekopikinian @ FIB UGM

Voila!

Hari ini dengan sengaja aku main ke FIB UGM buat ngeceng, eh bukan, buat liat pameran kopi kecil2an bikinan anak2 Arkeologi. Temanya KOPI, makanya aku cuss ke sana sambil narik2 Jundi buat nemenin. Aku suukaaa koopiiii. Liat dong di bio twitter-ku sampai ada hastag #CoffeeLovers hahaha. Kopi apa? Semuanya! Tapi sejak September tahun lalu aku memang lebih suka kopi single origin. Kopinya aja single, apalagi orangnya dong ya. Alaaah…. mulai deh.
Continue reading

Sudah (pengen) Liburan!

Baiklah, postingan ini disponsori oleh celoteh adik² ku di grup wa keluarga. Ketiga adik sudah liburan! Aaargh bikin aku pengen segera cepet² menyelesaikan ujian dan pulang. Pulang pulang pulang!

image

dari Naim

Adik pertama selesai ujian blok. Jadi dia sudah nyantai di rumah. Walau kemarin beberapa hari katanya teler ujian sehari beberapa matkul. Adik kedua selesai UKK. Pulang dari asrama dan sudah asik liburan di rumah. Continue reading

Membaca Menulis

Alkisah, ada seorang gadis kecil yang ketahuan membikin buku agenda Bapaknya sebagai buku diary nya. Dan bisa ketebak, ulah gadis kecil ini ketahuan. Rumah yang kecil tidak memungkinkan dia menyembunyikan rahasia. Macam diary apalagi. Ulang tahunnya kemudian, Buku Diary adalah kado dari Bapaknya. Semenjak saat itu, dia tidak berhenti menulis diary. Setiap hari, hingga bukunya sudah 7 jilid sampai sekarang ini. Sekian.

Kisah di atas diadopsi dari kisahku sendiri, dengan sedikit perubahan. 😀 Yak, gadis kecil itu adalah aku. Dan si Bapak, adalah Abi ku. Tentang diary dan tidak berhenti menulis, ya, aku melakukannya. Continue reading