Menghadiahi Diri Sendiri

Benar, dalam ikatan ukhuwah, jika kita saling memberi hadiah, maka kita akan saling mencinta. 

Namun terkadang, kita perlu menghadiahi diri sendiri. Aku beberapa kali melakukannya. Sederhana saja. Kalau aku selesai satu naskah cerpen misal, aku akan makan indomie jumbo. Atau kalau aku bisa full ikut tantangan menulis, aku akan beli 1 novel. Hal itu biasa kulakukan, demi menjaga diriku sendiri.

Hari ini aku tidak punya achievement apapun. Tapi hari ini nyenengin! Capek, tapi seneng. Hahaha…

Akhir pekan lalu, aku memutuskan memberi hadiah buat aku sendiri. Kenapa? Karena aku bisa habisin sudah hampir 3 buku bulan ini. Yey!! 😍

Sebuah pencapaian kalau melihat kondisiku bulan lalu. Kacau, minim baca buku, stres berkelanjutan.

Daaan jreng jreng!! Barang ini sudah sampai di tanganku!! 

Huweee nangisss 😭😭😭 

Udah lama banget pengen grinder ini. Bukan apa-apa, biar nggak kecanduan ke kafe aja πŸ˜…πŸ˜…

Ada yang belum tahu apa ini? Ini penggiling biji kopi manual. Pakai kekuatan tangan, bukan mesin. Iya, aku suka banget sama kopi makanya grinder ini udah jadi list kebutuhan (bukan keinginan lagi ya) πŸ˜‚πŸ˜‚

Alhamdulillah kemarin memantapkan diri beli grinder ini. 

Selamat ya, Luthfi!!  πŸ˜˜

Sebuah Alasan [D30]

Sebenarnya mau aku panjang-panjangkan judul postingan ini seperti; Sebuah Alasan Kenapa Ngeblog Dan Alhamdulillah Desember Mau Kelar Juga. 

Apaan, sih😅

Halo. Namaku luthfi izzaty. Sesuai dengan alamat blog ini. Dulu aku sempat pakai alamat lutphantomhive, tapi gegara banyak yang protes (siapa, deh?) karena susah spelling-nya, jadi aku ganti pakai nama asliku. Ternyata spelling nya tetep susah. (Yha!) 😅😅

Headerku, bertuliskan Izzatyzone. Alay? Emang. Itu bahasa gawul sejak SMA sih. Zona-nya Izzaty gitu maksudnya. Aku tuan rumah blog ini, jadi jangan macem-macem, yak. 😛😛

Time to refresh my mind : udah jelas kan. Aku terlalu gila sama dunia ini dan aku pengen refreshing. Blog memberiku ruang untuk penyegaran. Menulis memberiku kekuatan untuk bertahan di dunia yang penuh kegilaan ini.

Aku mulai ngeblog sejak SMA.kalaulah friendster digolongkan sebagai blog, berarti sejak SMP 😂 *maksa

Pelajaran di sekolahku yang rada unik, mengharuskan setiap murid punya blog. Bahkan sampai ada tutorialnya di satu jam pelajaran. Waktu itu aku pakai Blogspot yang tingkat kerumitan HTML nya lumayan menyesakkan dada anak SMA. Mana aku tau ada wordpress? Hahaha.

Sejak saat itu aku ngeblog, karena seperti menemukan rumah keduaku. Aku bebas berekspresi apa saja. Ketika teman2 ribut dengan Facebook-nya, aku tidak peduli dan memilih dunia blogging untuk menulis semuanya. Nulis apa saja yang pengen aku tulis. Quote, prosa, puisi, fiksi, rangkuman pelajaran, curcolan, kode-kodean, dll. Sempat vakum saat dekat UAN sebenernya.

Ketika kuliah, aku mengaktifkan lagi blog yang penuh laba-laba dan eek tokek. Karena terlalu alay dan mengenaskan, aku hide juga itu blog. HAHAHAHA. Akhirnya aku pindah rumah ke wordpress dengan segala kemudahan dan ke-simpel-an nya. I found a new home. 

It’s been 8 years. Menurut catatanku begitu. Tidak ada yang menuntutku, tidak ada yang menyuruhku, tidak ada yang memotivasiku. I just fall in love with blogging, dear. ❀

Semoga kamu tahu, semoga kamu mengerti. Iya, kamu.