Menyembuhkan Luka ala Puthut EA

Cinta Tak Pernah Tepat Waktu

[sebuah review gadungan]

WhatsApp Image puthut ea

Judul Buku : Cinta Tak Pernah Tepat Waktu

Penulis : Puthut EA

Penyunting : Eka Kurniawan

Jumlah halaman : 263

Penerbit : Buku Mojok

Aku, seseorang yang tengah patah hati dari cinta, dan berusaha menyembuhkan luka. Caranya-seperti banyak quote  yang bertebaran di dunia maya- adalah menemukan cinta yang baru. Tetapi kenyataannya, jatuh bangun kehidupan cinta “Aku” justru makin membuatnya trauma dengan cinta.

Aku tidak ingin cinta yang sejati. Tapi, biarkan aku mencicipi cinta yang bukan sesaat. Biarkan aku berjuang dan bertahan di sana. Biarkan aku tersiksa untuk terus belajar bersetia. Aku rela tenggelam di sana, sebagaimana segelintir orang yang beruntung mendapatkannya. (hal 8)

Sejujurnya, ini adalah buku pertama Puthut EA yang saya baca. Saya memutuskan membeli buku ini karena (1) judulnya dan (2) format novel. Setahu saya, Puthut lebih banyak menelurkan buku kumpulan cerpen, jadi saya memilih buku ini. Semata-mata karena saya lagi pingin baca novel (dan pas diskonan pula).

Novel ini bahasanya ringan dan ngalir. Tidak menggunakan kosakata dan diksi belibet. Saya menikmati setiap kata sembari mengimajinasikan dalam kepala. Kondisi tokoh utama yang mengenaskan, bisa jelas terasa. Begitupun dengan perempuan-perempuan yang hadir dalam kehidupan cintanya, tak pernah tepat waktu.

Move on, jelas bukan pekerjaan mudah. It’s hard but you can. Ada kenangan dan rindu yang siap-siap menikam. Tanpa aba-aba. Hal itu cukup membuat “aku” frustrasi hingga menenggelamkan diri dengan alkohol dan psikotropika. Badannya jadi sering sakit dan demam mendadak.

Kenangan itu seperti kubangan lumpur hidup. Tanpa sadar kita telah terperosok di dalamnya, dan ketika kita mencoba untuk keluar dari kubangan itu, ia semakin menyedot masuk. (hal 173)

Walaupun alurnya maju-mundur, saya tetap bisa menikmati novel ini. Mengetahui apa yang terjadi dan mengapa begitu secara komprehensif. Pun bagaimana “aku” mengobati lukanya, membuat saya juga tertarik melakukan hal itu. Penasaran. Namun saya sampai di akhir tetap tidak menemukan siapa sih nama si tokoh aku ini?

Nah, sepertinya novel ini memang bersumber dari kisah nyata. Di bab “Kania, Perempuan Itu” tokoh “aku” menceritakan pertemuannya dengan Puthut EA, Eka Kurniawan,dkk dan rencana Puthut menovelkan kisah “aku”.  Di halaman Ucapan Terima Kasih saya juga menemukan nama-nama tersebut.

Ingatlah, salah satu tugasku yang paling menyenangkan adalah mencoba memberi harga pada berbagai peristiwa, juga hal-hal yang sepintas dianggap tidak menyenangkan. (hal 246)

Jadi Bung N, bisakah kau ajari saya menyembuhkan luka?

 

~Jogja, ditengah lagu2 NDX 

#25 Teman Tapi Menikah

ttm

Beuh.

Aku mau pingsan saking ketawanya. Tadi kebingungan mau ngesearch apa buat tema nulis kali ini. Terus aku ngobrol sama temen sebelah.

“Kasih aku satu kata dong, mbak.”

“Teman tapi menikah.”

Terus aku ketawa sambil nangis, soalnya sebelum itu kita bertiga lagi ngomongin sebuah EO dan komersialisasi jomblo. Eh ini apa malah ngasih kata beginian! LoL.

Karena telanjur basah yowes nyemplung sisan, nih hasil gambar ke 11 dari google images yang aku search dengan keyword “Teman Tapi Menikah”. Aduh sumpah aku nulisnya sambil ketawa-ketawa.

Untunglah ya Rabbana, yg keluar bukan aneh2. Ngga tau lagi kalo nongol gambar aneh2 aku bakal nulis apa wuakakaka! 

Gambar di atas, buku nya Ayu Bing Slamet. Isinya apa? Berhubung aku belum baca buku ini juga, aku nyari2 tuh review nya lol. 

Intinya, nih buku perjalanan kisah persahabatan mereka sejak SMP dan sampai nikah sekarang ini. Mupeng nggak? Mupeng sana! Daripada friendzoned mulu kamu tuh! Wahahahaa~

Udahlah. Lelah adek ni wkwk.

Kahve [review]

 

KAHVE-crop

“Kamu sudah tahu, tapi menolak untuk tahu. Beberapa kamu memang tidak tahu, tapi kamu memutuskan untuk tidak mencari tahu.” 

Sudah lama saya tidak merasakan baca buku-tengah malam-delusi-tidak bisa tidur, seperti yang baru-baru ini saya alami. Kahve, sebuah novel milik Yuu Sasih yang saya pinjam dari Wardah, berhasil membuat saya delusi sepanjang malam dan baru bisa tidur nyenyak nyaris jam 3 pagi! Genre thriller yang biasanya saya jauhi ketika baca buku dan nonton film jadi saya abaikan begitu baca judulnya -KAHVE-.

“Kahve … Turkish coffee. Yang dibuat dengan metode khas Turki, spesialisasi kedai ini.” Continue reading

Memberi Cahaya

426cb-pagi13

Di sebuah lobi disiang hari…

Kamu diam-diam menatapku yang sedang membaca. Menunggu waktu dimana salah satu teman kita akan mempresentasikan hasil penelitiannya. Aku begitu khusyu’ hingga tak menyadarimu.

“Kamu percaya nggak Fi, sebuah buku bisa mengubah hidup seseorang?”

Aku mendongak, mengalihkan mataku dari rangkaian kalimat sastra milik Sapardi Djoko Damono. Menyadari bahwa kalimat tanya itu ditujukan kepadaku, sepenuhnya.

“Ya, aku percaya,” jawabku sambil tersenyum.

“Orang itu adalah aku,” lanjutmu.

“Ceritakan,” pintaku sembari menutup Hujan Bulan Juni di tanganku. Continue reading

Kalap

Kayaknya baru lebaran kemarin beli buku -dibeliin- deh. Trus Selasa kemarin kalap di tobuk gegara novel diskon 25% XD Duh tau sendiri paling ngga tahan kalo diskon bukuu. Eh kalo diskon baju gitu mana peduli saya :V

image

Dan, Critical Eleven nya Ika Natassa udah keluaaaar haaaaa nannananaaa lalalalalaaa *dance* *kayang*
Kemarin nungguin loh gegara blom display, trus ampe nanya ke mbak² marketing nya. Katanya bisa keluar agak malam, aku tongkrongin tuh tobuk ampe display huahahahaa. Tebayar sudaah~~

image

dua diantaranya titipan deng XD

» Gerhana Kembar by Clara NG
» Critical Eleven by Ika Natassa
» Ayah by Andrea Hirata
» Twivortiare 2 by Ika Natassa
» Hujan Bulan Juni (novel) by Sapardi Djoko Damono
*dua diantaranya titipan buahaha*

Aah~ masih liburan. Butuh refreshing dan tambahan gizi nih. Wardah sih blom balik jogja…jd ga bisa rampok buku kaan :v

Triangle Love

Bukannya aku harus memilih salah satu diantara kalian. Justru keberadaan kalian saling melengkapi. Melengkapi diri kalian sendiri. Melengkapi hari hari ku yang sedikit menyepi. Tanpa satu diantara kalian, seperti ada ruang kosong yang tak kuhendaki terisi selain kalian..

Oh waiit… aku nggak lagi bikin novel atau fiksi loh ya 😀

Sebenernya aku nulis ini karena aku juga mengalami. Aku nyaris mencintai mereka tanpa perlu membagi cinta. Halah kaaan jadi bingung ngomongin apa ini hayoooooh hahahahahaaa.

Ini tentang 3 hal : Buku, Musik, Coffee. (oalaaaah….)

Banyak yang ngga sepaham mungkin? Ya oke lah brooo kita punya minat sendiri sendiri, tapi kan ini lapakku, jadi suka suka aku ya :p Atau justru banyak yang setuju? Mari kita kapan kapan ngopi bareng dan diskusi tentang buku 🙂 Continue reading