Menghadiahi Diri Sendiri

Benar, dalam ikatan ukhuwah, jika kita saling memberi hadiah, maka kita akan saling mencinta. 

Namun terkadang, kita perlu menghadiahi diri sendiri. Aku beberapa kali melakukannya. Sederhana saja. Kalau aku selesai satu naskah cerpen misal, aku akan makan indomie jumbo. Atau kalau aku bisa full ikut tantangan menulis, aku akan beli 1 novel. Hal itu biasa kulakukan, demi menjaga diriku sendiri.

Hari ini aku tidak punya achievement apapun. Tapi hari ini nyenengin! Capek, tapi seneng. Hahaha…

Akhir pekan lalu, aku memutuskan memberi hadiah buat aku sendiri. Kenapa? Karena aku bisa habisin sudah hampir 3 buku bulan ini. Yey!! ๐Ÿ˜

Sebuah pencapaian kalau melihat kondisiku bulan lalu. Kacau, minim baca buku, stres berkelanjutan.

Daaan jreng jreng!! Barang ini sudah sampai di tanganku!! 

Huweee nangisss ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ 

Udah lama banget pengen grinder ini. Bukan apa-apa, biar nggak kecanduan ke kafe aja ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…

Ada yang belum tahu apa ini? Ini penggiling biji kopi manual. Pakai kekuatan tangan, bukan mesin. Iya, aku suka banget sama kopi makanya grinder ini udah jadi list kebutuhan (bukan keinginan lagi ya) ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

Alhamdulillah kemarin memantapkan diri beli grinder ini. 

Selamat ya, Luthfi!!  ๐Ÿ˜˜

#23 Untuk Kamu

Tema : write a letter to someone

Kepada : Kamu, seseorang di gelapnya lampu.

Draft :

Hai. 23:50 ketika aku mulai menulis. Apa yang sedang kamu kerjakan? Kamu sudah tidurkah? 

Aku belum.

Aku capek. Tapi aku bahagia. Menyeduh kopi untuk segitu banyak (oke aku belum pernah menyeduh kopi sebanyak itu dalam sekali waktu, kau tau) orang sampai aku lupa caranya menghitung seperti yang biasa kamu lakukan. 

Aku nyaris putus asa, kamu tahu. Bagaimana mungkin 25 porsi harus tersaji sedang jumlah bean-nya tidak memadai? Aku merasa bersalah. Pada akhirnya aku hanya berhasil menyeduh 19 cangkir. Itupun setelah menjerang air berkali-kali.

Tapi aku bahagia ๐Ÿ™‚ Karena setelah itu semua mengapresiasi kinerja. Aku sudah ketakutan setengah mati, bagaimana hasilnya??? Ternyata mereka senang-senang saja. Semoga tidak hanya di depan mataku saja sih. Beberapa dari mereka bahkan bertanya ini itu perkara kopi. Tentu saja aku menjawab seperti yang aku tahu, dengan senyum tidak berhenti menghias rautku. Mana boleh aku bersikap default alias judes kalau seperti ini? Hahaha.

Hai. Aku hanya ingin bercerita ini kepadamu. Sekarang aku juga mau tidur. Eh kamu sudah tidur, kan? Bacalah esok pagi ketika kamu menunggu air panas, seperti aku yang setiap pagi menunggu dispenser memberikan isyarat “air panas sudah siap”.

Senyum! 😆:)😄😄

Dari aku : Luthfi Izzaty. 

Kahve [review]

 

KAHVE-crop

“Kamu sudah tahu, tapi menolak untuk tahu. Beberapa kamu memang tidak tahu, tapi kamu memutuskan untuk tidak mencari tahu.”ย 

Sudah lama saya tidak merasakan baca buku-tengah malam-delusi-tidak bisa tidur, seperti yang baru-baru ini saya alami. Kahve, sebuah novel milik Yuu Sasih yang saya pinjam dari Wardah, berhasil membuat saya delusi sepanjang malam dan baru bisa tidur nyenyak nyaris jam 3 pagi! Genre thriller yang biasanya saya jauhi ketika baca buku dan nonton film jadi saya abaikan begitu baca judulnya -KAHVE-.

“Kahve … Turkish coffee. Yang dibuat dengan metode khas Turki, spesialisasi kedai ini.” Continue reading

[review] Film Filosofi Kopi

 

filkop1

Judul : Filosofi Kopi

Cast : Chicco Jerikho (Ben), Rio Dewanto (Jody), Julie Estelle (El)

Sutradara : Angga ย Sasongko

Script writer : Jenny Jusuf

Saya berkenalan dengan “Filosofi Kopi” memang baru. Sekitarย November 2014 lalu. Filosofi Kopi adalah salah satu cerpen milik Dewi “Dee” Lestari yang dibukukan dengan judul buku yang sama. Seketika setelah saya menamatkan, saya jatuh hati dengan cerita itu. Soalnya saya suka banget sama kopi. Hueheheheee. Akhirnya saya banyak searching dan nemuin kalau cerita itu bakal di-film-kan! Waw! Otomatis saya excited banget! Dari cerpen, jadi film! Anti mainstream tuh hahaha, biasanya kan novel ke film. Ya nggak? ๐Ÿ˜€

Akhirnya setelah penantian sekian lama, film Filosofi Kopi rilis 9 April 2015 kemarin. Yeay, saya nggak peduli ada film lain (yang katanya) bagus di bioskop. Meskipun lagi musim ujian, tetep dah, tancap gas ke bioskop bareng 3 temen saya di tanggal 13 April 2015. And Here we go~
Continue reading

Triangle Love

Bukannya aku harus memilih salah satu diantara kalian. Justru keberadaan kalian saling melengkapi. Melengkapi diri kalian sendiri. Melengkapi hari hari ku yang sedikit menyepi. Tanpa satu diantara kalian, seperti ada ruang kosong yang tak kuhendaki terisi selain kalian..

Oh waiit… aku nggak lagi bikin novel atau fiksi loh ya ๐Ÿ˜€

Sebenernya aku nulis ini karena aku juga mengalami. Aku nyaris mencintai mereka tanpa perlu membagi cinta. Halah kaaan jadi bingung ngomongin apa ini hayoooooh hahahahahaaa.

Ini tentang 3 hal : Buku, Musik, Coffee. (oalaaaah….)

Banyak yang ngga sepaham mungkin? Ya oke lah brooo kita punya minat sendiri sendiri, tapi kan ini lapakku, jadi suka suka aku ya :p Atau justru banyak yang setuju? Mari kita kapan kapan ngopi bareng dan diskusi tentang buku ๐Ÿ™‚ Continue reading