Ditakdirkan Berbeda

Selamat jelang malam!

Alhamdulillah, hari ini tepat sudah 7 hari Ramadan berjalan. Setiap tahun, pasti ada sesuatu yang berbeda. Ya nggak mungkin lah, kalau Ramadan  kita berjalan gitu-gitu aja. Masa sejak awal masuk kuliah jadi Pasukan Pemburu Takjil (PPT) mulu? Peningkatan dong sekarang jadi Pasukan Pemberi Takjil, hahaha 😀 *piss

Dan memang, persoalan berbeda ini terjadi pula denganku. Cukup berbeda dari Ramadan sebelumnya, aku memang harus berpuas diri nggak ikut kajian sore di masjid-masjid sembari nunggu buka puasa gratis. Karena di tahun ini, Alhamdulillah kedai juga buka jelang masuk waktu buka puasa. Jadi ketimbang aku pulang malam-malam aku pilih jaga sore. Ya akhirnya itu harus dibayar dengan nggak ikut kajian sore.  Continue reading

Ada Apa Dengan Cinta? (Belajar Sastra Dari Rangga)

Tulisan ini merupakan tulisan kedua saya yang berhasil lolos editing komunitas literasi Melimove (Media and Literacy Movement) 🙂


“Ga, boleh aku duduk di sini?”

Rangga menghentikan makan siangnya yang aku ganggu, menoleh ke arahku dengan mata heran dan mengangguk. Aku mengambil tempat di depannya. Kantin masih sangat ramai di jam istirahat siang ini. Tapi Rangga menguasai sendirian satu meja kursi yang seharusnya cukup untuk berempat ini.

“Ada apa, Cinta?”

“Habiskan dulu bakso kamu, aku mau tanya banyak hal,” Rangga mengangguk lalu berpaling kembali pada baksonya yang masih setengah mangkuk. Aku menanti dengan sabar sambil menyeruput es jeruk yang aku beli sebelum ke meja ini. Kuedarkan pandangan ke penjuru kantin sekolah. Tempatnya yang nyaman memang menjadi salah satu tempat nongkrong favorit warga sekolah, tak terkecuali aku dan geng-ku.

Tidak sampai lima menit, Rangga sudah menyelesaikan makannya.

“Yap, aku sudah selesai. Mau tanya apa?”

Aku mengeluarkan majalah sastra nasional yang terbit dua bulan lalu. Kulihat dengan ekor mataku, dia seperti terkejut tapi berusaha tetap tenang melihat majalah itu. Kubuka halaman 15 dan menunjukkannya ke Rangga.

See more >> http://melimove.org/index.php/2015/10/30/ada-apa-dengan-cinta-belajar-sastra-dari-rangga/


jangan lupa like dan komennya yaaa 😉 semoga bermanfaat!

Palung #2

“Bukan masalah apakah tulisanmu masih berkaitan dengan hal pribadimu atau keseharianmu. Yang jadi soal adalah apakah kamu siap jika tulisanmu dibaca oleh orang lain. Jika tidak? Yasudah, jadikan diary saja tulisan itu.”

“Setiap orang yang berhasil menghargai prosesnya akan menemukan siapa dirinya. Sedikit orang yang berani mengakui dirinya sebagai dirinya. Baik di masa lalu maupun hari ini tentang apa yang dilakukan, dibuat, dll. So, hargailah proses tersebut dan tidak perlu malu. Karena itu adalah proses dimana ada pelajaran – pelajaran hebat di sana jika kamu berhasil mengambilnya.”

Kurniawan Gunadi, 24-10-2015 @ diskusi Melimove