Mengencani Maret

Hmm bagaimana kira-kira aku akan menghadapi Maret yang sudah berjalan di hari kelima ini?

Yang jelas aku akan berusaha lebih baik untuk mengikuti tantangan menulis bulan ini. Yep, grup kami sudah bikin lagi~

tantangan-menulis-maret-2

Nah kebetulan di pekan pertama ada tema gimana menghadapi Maret.

Plan :

  1. Nulis
  2. Be Brave! do something that I have to do.
  3. Biasa, mulai ngerjain beberapa tugas kantor
  4. Baca 3 buku ! >> btw Februari cuma baca 1 buku dong 😦 [Simulakra Sepakbola – Zen RS)

Kemarin di Ngayogbook Togamas, udah kalap 2 buku. Dapet Cinta Tak Pernah Tepat Waktu- Puthut EA, sama 1984-nya George Orwell. Lawas yha? Hahaha. Tapi keabisan Semua Ikan di Langit-nya Ziggy 😦

Yang lain? Mau berjuang untuk beberapa target. Doakan semoga lancar dan nggak mengecewakan, ya! 🙂

Dokumentasi [D28] 

​Aku melangkah tergesa memasuki kamar, di belakangku Fatim mengekor waspada seperti takut aku melakukan hal berbahaya. Binder bercover transparan di atas meja menjadi tujuanku. Suara kertas tercerabut paksa membuat Fatim berteriak,

“Nisha! Kamu ngapain?!”

Aku terisak sambil mencabut paksa kertas-kertas itu. Fatim merebut binder dan menjauhkannya dariku.

“Nis, nggak gini caranya…” Sekarang Fatim duduk di tepi ranjang, aku masih menunduk terisak membelakanginya di tepi meja. 

Aku berbalik perlahan, menatap Fatim penuh kesedihan dan berkata penuh tekanan, “Aku benci menulis.” 

Fatim terperanjat. Matanya menyalang binder yang dia dekap sendiri.

“Jangan bilang kamu…”

Aku berteriak dengan frustrasi, “Ya! YA FATIM, AKU MENULIS SEMUA TENTANG DIA DI SANA!”

Fatim terdiam, mengambil salah satu kertas yang sudah jatuh tercabut. Aku terlalu sibuk menyeka air mata sampai tidak peduli apa yang Fatim baca.

“Kenapa harus aku yang jadi seksi dokumentasi dan menyimpan semua ini! Sampai-sampai ketika dia pergi harus aku juga yang menyimpan kertas-kertas ini!”

“Kamu yang memilih peran itu, Nis. Reehan bahkan tidak pernah meminta kamu.” Fatim membuka binder perlahan. Aku tidak sanggup bahkan sekedar meliriknya.

Binder itu berisi semua puisi, prosa, cerita, sketsa, semuanya. Semuanya tentang kamu, semuanya tentang kita. Mimpi-mimpi kita, rencana kita, kesukaan kita. Lalu semua terasa hilang dalam satu sentakan begitu kamu memilih pergi.

Pergi dari semua harapan-harapan masa depan kita. Tepat di hari ulang tahunmu. 

“Maafkan aku,” cuma itu katamu.

Punggungku melorot dan terduduk di lantai. Fatim tidak terlalu peduli, hanya menatapku sejenak dan merebahkan tubuhnya. Semua yang kamu bilang, terlalu jelas meski hanya pelan saja. 

Pantas saja kamu perlahan pergi, pantas saja kamu selalu sibuk dengan duniamu.

“Maafkan aku, kanker pankreas ini, aku tidak bisa lagi melawannya. Maafkan aku, Nisha.”

Pantas saja sore ini kamu memintaku datang ke rumahmu setelah sepekan lalu kamu bilang sedang touring sepuluh hari. Bohong.
————————–

*tema : nulis cerita pendek dengan kata2 meja, hilang, menulis

*parah br ditulis skrg. Awalnya sih ngga mau nulisin, tp okelah gpp ditulis ajah haha. 

Tantangan!

Hey! Kamu mau ngapain di Desember ini?

 Daripada bingung blog diisi apa, mending kamu ikutan deh Tantangan Menulis Desember kali ini. Ini aku buat bareng beberapa temen di grup WhatsApp, jadi mungkin belum ada dimanapun hehehe ~

Kalau nggak sempet nulis hari ini gimana

Bebaaas! Mau kamu skip, boleh! Mau dirapel, boleh juga! Yang penting ini melatih konsistensi kita menulis.

Tertarik? Yuk ikut! 😄

#9 Inspiring Quotes

Tema hari ini lumayan ; quotes yang menginspirasiku. 

Aku suka baca-baca quotes yang bertebaran di penjuru timeline atau board Pinterest. Ngaruh nggak ngaruh sama aku sih sebenernya wkwk 😅 Tapi terkadang satu quote bisa menginspirasi untuk menjadi satu paragraf tulisan, lho. Hihihi. 

Ada beberapa quotes yang menggerakkan aku. Dalam artian, aku memahaminya untuk kemudian menjalani hidupku dengan keyakinan itu.

Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sampai mereka mengubah nasib mereka sendiri.

Continue reading

untitled010114

sejujurnya aku ngga tau mau ngasih judul apa buat tulisan ini. daripada kosong yaudah aku judulin tuh untitled010114. kenapa? gatau orang lagi bingung gini kok.

oya udah sebulan hasrat menulisku kabur. bukan kabur sih, cuma hasrat yang lain (?) aja yang sedang lebih mendominasi gitu. sebulan. iya sebulan. lama banget ya. sedih loh kalo pas iseng buka blog gitu dan kosong kosong aja. aaiiih rasanya menduakan kekasih hatiku yang satu ini. fyuh.

dan postingannya Wardah di postingan ini , bener bener menohok. aku setuju nyaris sama semua kata katanya. eugh.

sebulan kemarin aku ngapain aja sih sampai nggak nyempetin buat posting? duh maaf banget ya Wp-ku 😦

BPMPA JS, pemira ugm, musyak JS, muktamar KMT,  kamu, dll

duh makin sedih deh.. project nulis juga tertunda jadinya, bikin bukunya juga jadi tertunda, argh! #frustasi

seneng nya, udah kelar baca Inferno-nya Dan Brown. Sumpah keren abiiisssss (y) (y) (y)

oya, goal goodreads ku tahun 2013 tercapai sih Alhamdulillah. 15 buku 😀 walaupun nyaris 50% nya novel, tapi kelar deh 15 buku beneraaaan 😀

Inferno, Isti’ab, Taqwim Da’awy, Ayahku (bukan) Pembohong, Bukan Testimoni Susno, Sepotong Hati yang Baru, Negeri Diujung Tanduk, Notasi, Divortiare, Twivortiare, Antologi Rasa, A Very Yuppy Wedding, Daun yang Jatuh tak Pernah Membenci Angin, Republik Jancukers, Amba.

taun 2014 goal nya 20 buku deh 🙂 *nambah 5 doang sih tapi gapapa yg penting progresif hehehe* plus semoga 2014 udah punya buku karya sendiri 🙂

itu doang buat 2014 ? ngga dong, masih banyak ini target nya *lambai2 kertas* hohohohooo.